APEX Fokus Segmen Rumah Menengah Atas

APEX Real Estate hadir untuk menjawab kebutuhan konsumen di tengah dinamika pasar properti Indonesia yang terus berkembang/foto: landbank.co.id

Kemudian, di kawasan Bekasi Raya meningkat 68 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menariknya, setelah pengumuman pemenang Pemilu pada kuartal kedua tahun 2024, pencarian rumah mewah (harga lebih dari Rp3 miliar) melonjak hingga 30 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (Q1 2024), yang mana adalah lima kali lipat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan rumah sederhana dan menengah.

Bacaan Lainnya

Dua lonjakan data tersebut, bagi APEX, menunjukkan bahwa pergerakan pasar bukan semata-mata dipengaruhi faktor musiman seperti Pemilu, melainkan cerminan perubahan pola konsumsi jangka panjang di masyarakat, seperti pembelian rumah.

Di sisi lain, porsi pembelian rumah secara tunai, termasuk tunai bertahap kian membesar pada kuartal pertama 2025 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Hasil Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (SHPR BI) triwulan I/2025 memerlihatkan, porsi pembelian secara tunai mencapai sebesar 9,79 persen.

Angka itu membesar bila disandingkan dengan pembelian secara tunai triwulan IV/2024 yang sebesar 8,72 persen.

Hal serupa terjadi dalam skema pembelian tunai bertahap. Pada tiga bulan pertama 2025 angkanya menyentuh 18,53 persen, sedangkan pada kuartal IV/2024 masih bertengger di angka 18,74 persen.

Mengutip SHPR BI triwulan I/2025, kondisi sebaliknya terjadi dalam pemakaian skema  kredit pemilikan rumah (KPR).

Baca juga: Properti Jabodetabek dan Bali Masih Potensial

Sekalipun angkanya masih dominan, pemanfaatan skema KPR sejatinya menurun, yakni menjadi 70,68 persen per akhir Maret 2025.

(*)

Pos terkait