Jakarta, landbank.co.id – Harga emas global atau XAU/USD kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, didorong meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat dan memanasnya risiko geopolitik global.
Analis Dupoin Futures Indonesia memperkirakan emas dengan pasangan XAU/USD masih memiliki peluang melanjutkan performa positif setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan signifikan.
Pemulihan harga terjadi seiring meningkatnya minat investor yang kembali mengalihkan dana ke instrumen lindung nilai.
Berdasarkan pantauan landbank.co.id dari data perdagangan sesi awal Asia, harga emas bergerak stabil di kisaran US$4.985 per ounce.
Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, mengatakan secara teknikal pergerakan emas menunjukkan tren naik yang semakin solid. Hal tersebut terlihat dari formasi candlestick positif serta indikator Moving Average yang mengonfirmasi dominasi tren bullish dalam jangka pendek.
“Selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, peluang penguatan emas masih terbuka,” ujar Andy.
Ia memproyeksikan XAU/USD berpotensi menguji level resistance di kisaran 5.041 apabila momentum bullish tetap terjaga. Level tersebut dinilai menjadi area penting yang dapat menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.
Meski demikian, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai. Area support terdekat berada di level 4.911. Apabila harga menembus level tersebut, emas berpotensi mengalami tekanan lanjutan sebelum kembali menemukan keseimbangan baru.
Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga turut menopang harga emas. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkatkan kekhawatiran pasar global, sehingga memperkuat permintaan terhadap aset safe-haven.
Di sisi lain, ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed masih menjadi katalis utama pergerakan emas. Risalah FOMC menunjukkan sebagian pejabat masih mewaspadai risiko inflasi dan membuka peluang kebijakan moneter ketat bertahan lebih lama, yang sempat mendukung penguatan dolar AS.
Namun, data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan kondisi yang beragam. Penurunan inflasi memunculkan harapan pelonggaran kebijakan moneter, sementara pasar tenaga kerja yang tetap kuat mencerminkan ketahanan ekonomi AS. Kombinasi faktor tersebut menciptakan dinamika pasar yang kompleks dan memicu fluktuasi harga emas dalam jangka pendek.
Ke depan, perhatian pelaku pasar tertuju pada sejumlah rilis data ekonomi penting, seperti klaim pengangguran awal, data sektor perumahan, Produk Domestik Bruto (PDB), serta Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan The Fed dan pergerakan emas.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek emas masih positif selama sentimen safe-haven tetap kuat dan dukungan teknikal bertahan. Dengan resistance di area 5.041 dan support di kisaran 4.911, emas dinilai masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatan dalam waktu dekat, meski volatilitas pasar tetap tinggi.
(*)





