Anak Usaha Paradise Indonesia Dapat Fasilitas Kredit Rp265 Miliar

Paradise Indonesia yang didirikan pada 1996, saat ini, mengoperasikan enam pusat perbelanjaan yang berlokasi di Jakarta, Bandung, dan Bali/foto: landbank.co.id

INPP terus mengoptimalkan kinerja operasional dan meningkatkan kualitas aset guna memperkuat fundamental bisnis, sekaligus menjaga porsi pendapatan berkesinambungan (recurring income) dari portofolio properti tetap stabil di kisaran 70 persen.

Terkait recurring income, saat ini, Paradise Indonesia memiliki 15 hotel di Jakarta, Bali, Batam, Yogyakarta, dan Makassar, yang mencakup hotel bisnis bintang dua hingga bintang lima.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Paradise Indonesia yang didirikan pada 1996 ini juga mengoperasikan enam pusat perbelanjaan yang berlokasi di Jakarta, Bandung, dan Bali.

Sementara itu, memasuki 2026, Paradise Indonesia memfokuskan strategi pada penguatan portofolio bisnis guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Baca juga: Paradise Indonesia Merangsek Bisnis Serviced Apartment

Langkah ini dijalankan secara terukur melalui pengembangan proyek di sejumlah wilayah strategis, termasuk pembangunan properti komersial di Semarang serta rencana penambahan portofolio di Balikpapan.

Di sisi lain, Perusahaan terus mengoptimalkan kinerja operasional dan meningkatkan kualitas aset guna memperkuat fundamental bisnis, sekaligus menjaga porsi pendapatan berkesinambungan (recurring income) dari portofolio properti tetap stabil di kisaran 70 persen.

Para pemegang saham Paradise Indonesia per akhir September 2025 terdiri atas Standard Chartered Bank SG S/A VP Bank A/C PT Grahatama Kreasibaru sebesar 36,24 persen, Standard Chartered Bank SG S/A VP Bank A/C Tree of Blessing Pte Ltd 28,15 persen, dan PT Propertindo Prima Investama 10,00 persen.

Baca juga: INPP Anggarkan Capex Rp1 Triliun

Lalu, Elysium Investment Partner Ltd 8,00 persen, CGS International Securities Singapore Pte Ltd 7,89 persen, Patrick Santosa Rendradjaja (direktur INPP) 0,04 persen, Karel Patipeilohy (komisaris INPP) 0,01 persen, dan masyarakat 9,67 persen.

(*)

Pos terkait