Tanah untuk pengembangan itu tersebar di sejumlah lokasi antara lain Surabaya, Sidoarjo, Medan, Denpasar, Makassar, Bogor, Bandung, Bandar Lampung serta kawasan Jabotabek.
Untuk proyek rumah hunian, mengutip laman Ciputra Development, Perseroan memiliki sejumlah lokasi pengembangan antara lain proyek Citraland Surabaya (Jawa Timur), Citraraya Tangerang (Banten), dan Citra Maja City (Banten).
BACA JUGA:Mayoritas Capex Ciputra untuk Pembelian Landbank, Capex 2026 Rp1 Triliun
Emiten properti yang mengantongi aset sebesar Rp47,01 triliun per akhir September 2026 ini juga punya proyek lainnya, yakni Citraland City Losari Makassar (Sulawesi Selatan).
Selain itu, Citragarden City Jakarta (DKI Jakarta), Citraland Gama City Medan (Sumatera Utara), Citra Bukitindah Balikpapan (Kalimantan Timur), dan Citraland Botanical City Pangkal Pinang (Kepulauan Bangka Belitung).
Di sisi lain, harga saham CTRA sepanjang awal November 2026, yakni dalam rentang 2-6 November, terlihat melemah sekitar 13 persen, yaitu dari Rp570 menuju ke level Rp494.
BACA JUGA:Kuartal Pertama 2026, Ciputra Raih Pendapatan Rp2,56 Triliun
Mengutip data Bursa Efek Indonesia, saham CTRA ditransaksikan sebanyak 12.462 kali dengan volume 109.468.600 lembar senilai Rp55,32 miliar.
Para pemegang saham Ciputra Development per akhir September 2026 terdiri atas PT Sang Pelopor sebesar 53,31 persen, Harun Hajadi 0,08 persen, dan Artadinata Djangkar 0,02 persen.
Lalu, Nanik J Santoso kurang dari 0,01 persen, Tulus Santoso kurang dari 0,01 persen, Sutoto Yakobus kurang dari 0,01 persen, dan masyarakat 46,58 persen.
BACA JUGA:Penjualan Ciputra Development Tumbuh 18 Persen
(*)