Jakarta, landbank.co.id- Penjualan kaveling, rumah hunian, dan rumah toko (ruko) PT Ciputra Development Tbk (CTRA) turun sekitar 11 persen sepanjang Januari-September 2026.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, emiten berkode saham CTRA di Bursa Efek Indonesia ini mengoleksi penjualan kaveling, rumah hunian, dan ruko senilai Rp5,43 triliun.
Sebaliknya, pada periode sama 2025, emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1994 ini membungkus penjualan kaveling, rumah hunian, dan ruko sebesar Rp6,13 triliun.
BACA JUGA:Pendapatan CTRA Tumbuh, Ini Kontributor Utamanya
Turunnya penjualan segmen tersebut ikut memengaruhi raihan pendapatan secara keseluruhan Ciputra per akhir September 2026 yang melemah sekitar 11 persen.
Maklum, segmen kaveling, rumah hunian, dan ruko menyumbang sekitar 72 persen terhadap total pendapatan Ciputra yang senilai Rp7,49 triliun per akhir September 2026.
Sepanjang sembilan bulan 2026, pemasukan terbesar kedua terhadap pundi-pundi Ciputra adalah dari pendapatan usaha pelayanan kesehatan, yakni senilai Rp664,11 miliar.
BACA JUGA:Ciputra Bungkus Rp239,88 Miliar dari Bisnis Hotel
Sepanjang Januari-September 2026, pendapatan CTRA tercatat senilai Rp7,49 triliun, melemah sekitar 11 persen bila disandingkan dengan periode sama 2025 yang sebesar Rp8,39 triliun.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, laba bersih CTRA per akhir September 2026 turun sekitar 19 persen.
Pemilik proyek Citra Maja City, Banten ini mengoleksi laba bersih senilai Rp1,32 triliun per akhir September 2026, sedangkan pada periode sama 2025 sebesar Rp1,62 triliun.
BACA JUGA:Ciputra Raih Rp3,89 Triliun dari Penjualan Kaveling, Rumah, dan Ruko
Harga Saham
Sementara itu, terkait kaveling, emiten yang berdiri sejak tahun 1981 ini memiliki tanah untuk pengembangan senilai Rp10,20 triliun per akhir September 2026.