Sang pemimpin pasar rumah subsidi, Realestat Indonesia (REI) mencatat penurunan realisasi 8,41 persen menjadi 81.788 unit per akhir Oktober 2026.
Begitu juga dengan pemain terbesar kedua, yakni Asosiasi Pengembang Perumahan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi). Asosiasi ini membukukan penurunan lebih besar lagi, yaitu 12,71 persen menjadi 55.315 unit.
BACA JUGA:Segmen Harga Rumah yang Tertangkap Radar IPW
Pemain ketiga terbesar, Himpunan Pengembang Perumahan Rakyat (Himperra) juga harus puas mencatat penurunan ke posisi 26.668 unit alias melemah 7,03 persen.
(*)