CBRE: Pasar Properti Jakarta Tetap Tangguh di Tengah Disrupsi AI

Kamis 29-10-2026,12:05 WIB
Reporter : Yetto Ceka
Editor : Yetto Ceka

Senior Director dan Head of Research & Consulting CBRE Indonesia Anton Sitorus menyampaikan, tingkat hunian pusat perbelanjaan secara keseluruhan meningkat menjadi 86,8%. Peningkatan tersebut didukung penyerapan ruang yang positif serta ekspansi peritel.

Mal premium masih mencatat kinerja terbaik dibandingkan segmen lainnya, dengan tingkat hunian di atas 95%.

Peritel semakin memprioritaskan destinasi ritel berkinerja tinggi yang mampu menawarkan pengalaman pelanggan berbeda. Perubahan preferensi konsumen tersebut turut memperkuat posisi mal premium di tengah persaingan industri ritel.

“Konsumen kini semakin memandang mal sebagai destinasi dengan pengalaman unik, bukan sekadar tempat berbelanja. Perubahan ini terus menguntungkan mal premium yang memiliki kombinasi tenant yang kuat, penawaran lifestyle yang menarik, dan elemen pengalaman yang lebih lengkap,” ujar Anton.

Dalam sesi khusus pada media briefing, Anton juga menyoroti pengaruh perkembangan AI terhadap masa depan industri properti, khususnya sektor perkantoran.

Menurutnya, AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan karena penerapannya telah memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis, cara karyawan bekerja, serta cara pengguna ruang mengevaluasi kebutuhan kantor.

Meski memunculkan kekhawatiran mengenai potensi penggantian tenaga kerja, analisis CBRE menunjukkan AI lebih berpeluang mengubah jenis pekerjaan dan meningkatkan efisiensi dibandingkan mengurangi permintaan ruang kantor secara signifikan dalam jangka pendek.

Di kawasan Asia Pasifik, hanya sebagian kecil pekerjaan yang dinilai sangat rentan terhadap disrupsi AI. Sementara itu, sebagian besar pekerja masih memiliki peluang beradaptasi melalui peningkatan keterampilan atau reskilling serta mobilitas pekerjaan.

Perkembangan tersebut mengindikasikan bahwa dampak AI terhadap properti perkantoran tidak hanya berkaitan dengan potensi perubahan jumlah tenaga kerja, tetapi juga transformasi cara perusahaan menggunakan ruang dan merancang lingkungan kerja.

Menutup media briefing, Angela menegaskan bahwa pasar properti Jakarta masih menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global.

Menurutnya, fundamental pasar berangsur membaik di sebagian besar sektor, terutama industri, logistik, dan pusat data.

“Meskipun ada ketidakpastian global, fundamental pasar berangsur membaik di sebagian besar sektor, khususnya industry, logistic, dan data center. Ke depan, transformasi teknologi yang dipimpin oleh AI akan menghadirkan tantangan sekaligus peluang, namun prospek jangka panjang pasar real estat Jakarta tetap positif,” tutup Angela.

(*)

Kategori :