CBRE: Pasar Properti Jakarta Tetap Tangguh di Tengah Disrupsi AI

Kamis 29-10-2026,12:05 WIB
Reporter : Yetto Ceka
Editor : Yetto Ceka

Jakarta, landbank.co.id - Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pasar properti Jakarta menunjukkan ketahanan dengan perbaikan kinerja di sejumlah sektor, mulai dari perkantoran, ritel, hingga industri dan logistik.

CBRE Indonesia melaporkan, perkembangan sektor properti Jakarta  positif pada kuartal III, ditopang oleh peningkatan aktivitas penyewaan ruang kantor, ekspansi peritel, serta kuatnya permintaan lahan industri dan fasilitas logistik.

Managing Director CBRE Indonesia Angela Wibawa mengatakan, kondisi ekonomi domestik masih mendukung aktivitas pasar properti meskipun ketidakpastian global masih membayangi.

“Indonesia terus menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat, didukung oleh pertumbuhan yang stabil, inflasi yang terkendali, aktivitas investasi yang berkelanjutan, dan pertumbuhan populasi yang menopang pasar domestik. Konsumen masih tetap aktif, namun semakin selektif dengan berfokus pada kualitas, efisiensi, dan long-term value creation,” ujar Angela dalam keterangan resminya dikutip Kamis, 29 Oktober 2026.

BACA JUGA:Anak Muda Bisa Punya Rumah Lewat Program Pemerintah

Ia menuturkan di sektor perkantoran, aktivitas penyewaan ruang terus meningkat di berbagai kawasan Jakarta.

Di sisi lain, Senior Director dan Co-Head of Office Services CBRE Indonesia Judy Sinurat melaporkan, penyerapan bersih atau net take-up ruang perkantoran di kawasan pusat bisnis (Central Business District/CBD) Jakarta mencapai sekitar 22.900 meter persegi (m²) pada kuartal III.

Seiring dengan peningkatan permintaan tersebut, tingkat hunian perkantoran CBD Jakarta naik menjadi 76,6%, tertinggi sejak periode pemulihan pascapandemi.

Menurut Judy, permintaan masih terkonsentrasi pada gedung perkantoran kategori Premium Grade dan Grade A. Tren flight-to-quality atau peralihan penyewa ke gedung berkualitas lebih tinggi pun terus berlanjut.

“Permintaan tetap terkonsentrasi pada gedung perkantoran Premium Grade dan Grade A, seiring strategi flight-to-quality yang terus dilakukan tenants. Gedung yang menawarkan spesifikasi modern, fitur sustainability, fasilitas lengkap, serta lingkungan kerja yang berkualitas terus mencatat kinerja lebih baik dibandingkan pasar secara keseluruhan,” kata Judy.

BACA JUGA:Target 400 Ribu Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki Sepanjang 2026

Kinerja sewa pada gedung Premium dan Grade A juga meningkat, mencerminkan preferensi penyewa terhadap aset dengan kualitas lebih tinggi.

Sementara itu, pemilik gedung semakin aktif meningkatkan daya saing aset melalui renovasi, perbaikan lingkungan kerja, dan peningkatan fasilitas. Langkah tersebut dilakukan untuk mempertahankan daya tarik gedung sekaligus meningkatkan retensi penyewa.

Pasar perkantoran di luar kawasan CBD Jakarta juga menunjukkan momentum positif.

Senior Director dan Co-Head of Office Services CBRE Indonesia Albert Dwiyanto menyampaikan, net take-up perkantoran Non-CBD mencapai sekitar 21.600 m² pada kuartal III, sedangkan tingkat hunian bertahan di 73,2%.

Kategori :