Jakarta, landbank.co.id - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk mengoptimalkan capaian Program 3 Juta Rumah yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, percepatan tersebut membutuhkan penguatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi pembiayaan, serta penyelesaian berbagai kendala di lapangan. Terlebih, waktu yang tersisa menuju akhir tahun anggaran 2026 hanya sekitar dua bulan.
“Kita memiliki waktu kurang lebih dua bulan lagi untuk mengamankan dan mempercepat target capaian perumahan subsidi dan KUR Perumahan tahun ini. Untuk KUR Perumahan ada BRI dan FLPP ada BTN,” ujar Maruarar dalam rapat koordinasi evaluasi capaian KUR Perumahan dan rumah subsidi FLPP di Kantor Kementerian PKP, Gedung Mandiri, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Mengutip keterbukaan informasi Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), realisasi KPR Subsidi FLPP per 19 Oktober 2026 mencapai 184.342 unit atau 52,67% dari target 350.000 unit sepanjang tahun ini.
Penyaluran tersebut terdiri atas 184.318 unit KPR rumah tapak dan 24 unit KPR rumah susun.
BP Tapera juga mencatat potensi permintaan sebanyak 39.830 unit yang masih dalam proses pembangunan hingga akad kredit, serta ketersediaan rumah subsidi sebanyak 28.208 unit.
Apabila seluruh potensi permintaan tersebut dapat direalisasikan, akumulasi penyaluran FLPP diproyeksikan mencapai 224.172 unit atau sekitar 64% dari target tahunan.
Sementara itu, realisasi penyaluran FLPP selama Oktober 2026 telah mencapai 19.334 unit per 19 Oktober. Jumlah tersebut melampaui realisasi sepanjang Oktober 2025 yang tercatat sebanyak 14.746 unit.
Capaian tersebut menjadi momentum bagi pemerintah dan mitra perbankan untuk memperkuat strategi pemasaran, mempercepat pembangunan rumah dan proses akad kredit, serta menyelaraskan ketersediaan hunian dengan kebutuhan masyarakat.
Penyaluran KUR Perumahan Capai Rp27,74 Triliun
Selain mengevaluasi penyaluran KPR Subsidi FLPP, Kementerian PKP membahas perkembangan Kredit Program Perumahan sebagai instrumen pembiayaan dari sisi permintaan (demand) dan penyediaan (supply).
Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 18 Oktober 2026 yang dipaparkan Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati, total penyaluran Kredit Program Perumahan mencapai Rp27,74 triliun kepada 115.897 debitur.
Realisasi tersebut setara dengan 68,21% dari target Rencana Target Pagu (RTP) 2026 sebesar Rp40,67 triliun.
Dari sisi permintaan, penyaluran pembiayaan mencapai Rp18,28 triliun kepada 112.014 debitur atau 80,15% dari target RTP sisi demand.
Pembiayaan tersebut meliputi renovasi rumah sebesar Rp13,55 triliun kepada 91.824 debitur, pembelian rumah sebesar Rp2,82 triliun kepada 10.574 debitur, serta pembangunan rumah untuk mendukung kegiatan usaha sebesar Rp1,19 triliun kepada 9.616 debitur.