Omzet Rumah Subsidi dari Tahun ke Tahun, Tertinggi Rp12,14 Triliun

Senin 19-10-2026,13:00 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id- Rata-rata nilai penjualan (omzet) rumah subsidi syariah terus meningkat sepanjang tahun 2021 hingga 2025, kecuali pada 2024.

Tahun 2022, omzet rumah subsidi syariah tercatat sebesar Rp6,84 triliun, naik sekitar 37 persen bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

Maklum, dari sisi unit yang terserap pasar juga meningkat, yakni sekitar 28 persen menjadi 42.237 rumah subsidi syariah.

BACA JUGA:Rumah Subsidi Syariah Masih Bergairah

Omzet rumah subsidi syariah dihitung berdasarkan harga rata-rata rumah subsidi yang menurut Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) sebesar Rp150,50 juta per unit pada 2022.

Omzet rumah subsidi syariah kembali meningkat pada 2023, yakni sekitar 16 persen, sedangkan dari sisi unit tumbuh sekitar 13 persen dibandingkan 2022.

Pertumbuhan nilai penjualan rumah subsidi syariah sempat terhenti pada 2024. Tahun itu, omzet dan unit yang terjual masing-masing turun sekitar 10 persen dan 10 persen.

BACA JUGA:Market Share KPR FLPP Syariah Menggelembung

Seiring dengan melejitnya unit yang terjual, pada 2025, omzet rumah subsidi syariah melambung sekitar 71 persen menjadi Rp12,14 triliun, sedangkan dari sisi unit naik sekitar 71 persen ke posisi 73.138 rumah.

Harga rata-rata rumah subsidi syariah terlihat meningkat pada 2023, yakni menjadi Rp162,00 juta per unit. 

Pada 2024 harga kembali naik, yakni menjadi sebesar Rp166,00 juta per unit. Harga tahun 2025 sama dengan setahun sebelumnya.

BACA JUGA:Fakta FLPP Bank Syariah Nasional Digemari Generasi Z

 

 

Omzet Tahun 2026

Kategori :