Ruang Kantor Kosong Masih Tinggi, Cek Perubahan Minat Penyewa

Rabu 14-10-2026,13:00 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

BACA JUGA:Tingkat Kekosongan Ruang Kantor Jakarta Sentuh 3 Juta M2

“Pemulihan pasar kantor tidak terjadi serentak, kawasan SCBD pulih terlebih dahulu lalu diikuti oleh area yang memiliki karakteristik serupa,” terangnya.

Sementara itu, ruang kantor kosong di gedung premium semakin terbatas. Pemulihan mulai berjalan. Secara keseluruhan ruang kantor kosong masih cukup besar. 

Di CBD Jakarta masih terdapat 1,75 juta m2 ruang kantor kosong, di luar CBD Jakarta terdapat seluas 1,26 juta m2 sehingga total sekitar 3 jutaan m2.

Di gedung preium CBD Jakarta, ruang kosong yang terjadi sekitar 128 ribu m2, bandingkan dengan Grade A di CBD masih 873 ribu m2, meskipun agregat Jakarta banyak pilihan ruang kantor, tapi pilihan ruang premium semakin terbatas. 

BACA JUGA:Dupoin Tempati Kantor Baru, Volume Transaksi Diharapkan Kian Berkibar

Permintaan tenant lebih banyak ke ruang gedung berkualitas, karena mereka memertimbangkan lokasi, askesibilitas, pengelolaan gedung, penerapan ESG hingga efisiensi operasional mereka. Implikasinya terjadi pada saat negosiasi harga.

Kata Ferry, Jakarta belum kekurangan ruangan kantor, tapi kekurangan ruang yang diminati pasar. Ini perubahan di kuartal ketiga 2026.

Sejumlah gedung perkantoran premium ada yang okupansinya di atas 90 persen sehingga pemilik gedung mulai percaya diri memertahankan harga sewa dan mengurangi insentif.

 

Tren Permintaan

Sementara itu, jelas Ferry, beberapa tahun setelah pandemi Covid-19, cerita di pasar kantor selalu sama, yaitu perusahaan melakukan downsizing, menghitung ulang kebutuhan ruang, mengurangi area yang tidak diperlukan atau pindah gedung yang lebih efisien.

BACA JUGA:Potret Okupansi Gedung Perkantoran di Jalur Transportasi

Memasuki tahun 2025, aktifitas lebih banyak ke relokasi alias pindah ke gedung berkualitas. Perusahaan tidak menambah luas kantor, tapi pindah ke gedung yang lebih baik.

Pada kuartal ketiga 2026 ada perubahan berikutnya, downsizing lebih sedikit, ada perusahaan yang menambah ruang kantor. Mereka yang aktif antara lain sektor energi, teknologi yang terkait IT, perusahaan logistik dan consumer goods.

“Ini belum berarti Jakarta sudah mulai ekspansi besar-besaran, relokasi masih menjadi pendorong utama transaksi, sebagian kebutuhan masih berupa pipeline, kita berharap ada sektor migas masuk. Intinya, sinyal positif, tapi kita masih terus monitor,” papar Ferry.

Kategori :