Ruang Kantor Kosong Masih Tinggi, Cek Perubahan Minat Penyewa

Rabu 14-10-2026,13:00 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id- Ruang kantor kosong di Jakarta masih cukup tinggi, yakni menyentuh sekitar 3 juta meter persegi (m2) pada kuartal ketiga 2026.

Menurut Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, di tengah kondisi tenant market itu terlihat adanya perubahan permintaan ruang kantor di Jakarta.

“Sektor perkantoran Jakarta pada kuartal ketiga 2026 ada perubahan cukup menarik. Pasar belum sepenuhnya pulih, tapi arah mulai berubah,” kata Ferry dalam diskusi virtual, baru-baru ini.

BACA JUGA:Saham Pemilik Gedung Perkantoran Ini Masuk Top Gainers

Dia menegaskan, pengecilan ruang kantor (downsizing) yang dilakukan perusahaan penyewa semakin jarang terjadi, sedangkan ekspansi mulai muncul.

Pemulihan pasar perkantoran mulai terjadi tapi tidak merata. Dasarnya cukup kuat, yakni aktivitas penyewaan mulai membaik, muncul ekspansi selektif, walau demikian permintaan untuk relokasi kantor masih mendominasi.

Di tengah itu semua, kata Ferry, ada satu area yang menarik diperhatikan, yaitu kawasan perkantoran eksklusif SCBD yang ada gedung Bursa Efek Indonesia. 

BACA JUGA:Potret Bisnis Gedung Perkantoran Jakarta Semester Pertama 2026

“Tingkat hunian perkantoran di SCBD sudah berada di angka 87 persen, lebih tinggi dibandingkan beberapa koridor utama CBD lainnya di Jakarta,” tutur Ferry.

Dia menjelaskan, SCBD bisa pulih lebih awal bukan semata karena lokasinya, tapi kawasan ini menawarkan kombinasi yang semakin dicari oleh para tenant saat ini.

Di kawasan ini banyak gedung-gedung berkualitas, transportasi publiknya bagus, ada pusat perbelanjaan, hotel, dan F&B dan berbagai fasilitas di kawasan terintegrasi.

BACA JUGA:Knight Frank: Pasokan Perkantoran CBD Jakarta Tembus 7 Juta m², Ruang Kosong Masih 1 Juta m²

Moda transportasi MRT menjadi faktor penting karena sekarang aksesibilitas semakin menjadi pertimbangan bagi perusahaan ketika mereka memilih gedung kantor atau ruang kantor.

“Lalu, paling utama adalah terkait kualitas gedung. Kini, permintaan semakin terkonsentrasi ke gedung berkualitas tinggi, termasuk gedung yang memenuhi standar green building dan ESG Perusahaan,” ujar Ferry.

Dia menambahkan, ada fenomena menarik. Di Jakarta memang masih cukup banyak ruang kantor yang kosong, tetapi ruang kosong yang diinginkan tenant, yaitu kantor yang bagus, berkualitas, dan operasionalnya efisien, semakin terbatas.

Kategori :