Begini Cara Membeli Apartemen Terkini

Selasa 13-10-2026,17:40 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id- Konsultan properti Colliers Indonesia menilai bahwa cara konsumen membeli apartemen mengalami pergeseran pada kuartal ketiga 2026.

“Pada kuartal ketiga 2026, kita semakin melihat, Jakarta bukan lagi suatu pasar yang homogen. Cara orang membeli apartemen kelas atas dan menengah mulai berbeda,” tutur Ferry Salanto, head of research Colliers Indonesia dalam diskusi virtual, dikutip Selasa, 13 Oktober 2026.

Dia menerangkan, di kelas atas, reputasi pengembang semakin penting, sedangkan di segmen menengah masih berkutat di persoalan seberapa terjangkau harga sebuah apartemen untuk bisa dibeli.

BACA JUGA:Strategi MPRO Gaet Pembeli Apartemen

Segmen atas semakin ditentukan oleh kredibilitas pengembang, sedangkan di segmen menengah lebih sensitif pada kemampuan alias daya beli, Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), biaya transaksi dan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

“Ada perubahan cukup menarik, kini konsumen melihat siapa developernya, terutama di segmen kelas atas,” tukas Ferry. 

Dia menambahkan, di proyek yang sedang dalam pembangunan risiko pembeli lebih besar, tapi pada kuartal ketiga 2026, proyek kelas atas, walaupun baru diluncurkan (launching), penjualannya tetap solid karena konsumen melihat track record pengembangnya. 

BACA JUGA:Konsumen Pengguna Terus Mendominasi Apartemen Jakarta

Nama developer menjadi bagian dari produk. Konsumen membeli lokasi dan kualitas unit, sekaligus membeli kepercayaan proyek selesai tepat waktu sesuai yang dijanjikan, baik pembangunan maupun serahterimanya.

“Mayoritas profil pembeli apartemen segmen kelas atas adalah investor, yakni sebesar 57 persen,” kata Ferry.

Dia menjelaskan, hal itu berbeda dengan apartemen menengah. Pembeli di kelas menengah lebih banyak end user, yakni 54 persen. 

BACA JUGA:Penjualan Apartemen PP Properti Melejit 54 Persen

“Mereka lebih sensitif terhadap harga, metode pembayaran, cicilan KPR-nya, PPN DTP, maupun insentif dari developer, banyak memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli,” papar dia.

Di sisi supply, kata Ferry, ada sesuatu yang baru. Dalam catatan Colliers Indonesia, ada sekitar 4.000 unit pipeline atau yang sedang dibangun sejak tahun ini hingga 2030. 

“Apartemen itu terkonsentrasi di sekitar Jakarta selatan dan CBD Jakarta,” terang Ferry.

Kategori :