“Dengan strategi yang tepat, tata kelola yang kuat, dan kemampuan eksekusi yang disiplin, Perusahaan yakin dapat mempertahankan tren pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Jefri Darmadi, presiden direktur PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk dalam Annual Report JSPT Tahun 2025.
BACA JUGA:Kabar Terkini Ekspansi JSPT ke Thailand
Melihat beragam peluang tersebut, kata dia, JSPT meyakini melalui unit bisnisnya dapat menjangkau pertumbuhan yang lebih baik dari tahun 2025 dan mendorong pencapaian yang berkelanjutan.
“Oleh karena itu, kami optimistis dengan pertumbuhan yang stabil pada industri ini baik pada segmen perhotelan, komersial, maupun residensial,” urai dia.
Dia menegaskan, kunci utama peningkatan pertumbuhan bisnis Perseroan adalah melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna dan inovasi keberlanjutan.
Sementara itu, untuk bisnis hotel, mengutip data Perseroan, JSPT memiliki 11 unit properti yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Ke-11 hotel yang dimiliki Jakarta Setiabudi Internasional itu memiliki kapasitas 2.676 kamar.
Mengutip data Perseroan, hotel milik JSPT itu mencakup Hyatt Regency Bali (363 kamar), Grand Hyatt Bali (636 kamar), Andaz Bali (149 kamar), dan Mercure Resort Sanur (189 kamar).
BACA JUGA:Okupansi Hotel JSPT Diproyeksi Sentuh 90 Persen
Lalu, Pop Hotel Malioboro Yogyakarta (103 kamar), Hyatt Regency Yogyakarta (269 kamar), Mercure Convention Center (438 kamar), dan Ibis Budget Jakarta Cikini (150 kamar).
Selain itu, Ibis Budget Jakarta Menteng (135 kamar), Pop Hotel Kemang Jakarta (110 kamar), dan Pop Hotel Pemuda Semarang (134 kamar).
(*)