Bisnis Hotel JSPT Masih Kinclong

Minggu 27-09-2026,16:01 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id- Bisnis hotel PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) terlihat masih kinclong sepanjang semester pertama 2026 disandingkan dengan periode sama 2025.

Berkibarnya bisnis hotel emiten berkode saham JSPT di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini merujuk pada laporan keuangan per akhir Juni 2026 yang menyebutkan pendapatan dari segmen hospitality tumbuh sekitar 10 persen.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, sepanjang Januari-Juni 2026, pendapatan bisnis hotel JSPT tercatat sebesar Rp940,50 miliar, sedangkan pada periode sama 2025 sekitar Rp853,99 miliar.

BACA JUGA:Archipelago Hotels Merangsek Canggu Bali

Pendapatan segmen hospitality sepanjang enam bulan pertama 2026 terdiri atas dua kelompok besar, yakni penjualan kamar hotel sebesar Rp614,50 miliar serta penjualan makanan dan minuman senilai Rp326,00 miliar.

Pada semester pertama 2026, segmen hospitality menyumbang sekitar 68 persen terhadap total pendapatan pemilik Hyatt Regency Bali itu.

Porsi itu lebih rendah bila dibandingkan dengan kontribusi pada periode sama 2025 yang menyentuh angka sekitar 76 persen.

BACA JUGA:Hotel dan Restoran Dominasi Investasi Pariwisata

Per akhir Juni 2026, total pendapatan pemilik hotel Hyatt Regency Yogyakarta ini tercatat sebesar Rp1,39 triliun, sedangkan pada periode sama 2025 sekitar Rp1,12 triliun alias tumbuh sekitar 24 persen.

Di luar segmen hospitality, JSPT juga punya sumber pendapatan lain, di antaranya dari penjualan realestat. Segmen ini pada semester pertama 2026 menyumbang sekitar Rp275,60 miliar.

"Pada 2026, penjualan realestat kepada PT Brawijaya Joglo Raya sebesar Rp169,82 miliar setara dengan 24,99 persen dari total pendapatan konsolidasian," urai manajemen JSPT, dikutip dari laporan keuangan Perseroan.

BACA JUGA:Kunjungan Wisman Meningkat, Bisnis Hotel Menggeliat

Penjualan realestat pada enam bulan pertama 2026 melejit sekitar 171 persen bila dibandingkan dengan periode sama 2025 yang masih bertengger di angka Rp102,31 miliar.

Manajemen JSPT pernah menyatakan bahwa memasuki tahun 2026, pihaknya optimistis industri properti Indonesia masih memiliki peluang pertumbuhan yang baik, didukung oleh stabilitas ekonomi, pengembangan kawasan perkotaan, dan meningkatnya kebutuhan atas properti yang terintegrasi.

Segmen hospitality, komersial, dan residensial diperkirakan tetap menjadi area yang menjanjikan untuk dikembangkan. 

Kategori :

Terpopuler

Minggu 27-09-2026,12:39 WIB

Kembali ke Akar, Meringankan Beban

Minggu 27-09-2026,16:01 WIB

Bisnis Hotel JSPT Masih Kinclong