BACA JUGA:Kunjungan Wisman Meningkat, Bisnis Hotel Menggeliat
Mereka akan mengikuti perjalanan gastronomi di Solo dan Yogyakarta, mengunjungi berbagai rumah makan dan ruang kuliner, serta menikmati destinasi unggulan seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan, yang dilengkapi pengalaman wellness khas kedua kota.
WIG 2026 juga menghadirkan WIG Talks and Forum, Artisan Market, Culinary Festival, Indonesia Restaurant Months, serta Chef Collaborations di tiga kota.
WIG Talks akan menghadirkan 22 pembicara dalam lima sesi diskusi dan satu sesi ulasan buku, dengan target 300 peserta.
Sementara itu, WIG Artisan Market akan berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Grand Hotel de Djokja dengan menghadirkan 21 tenant dari wilayah Joglosemar dan Jakarta, serta 13 kolaborator untuk berbagai workshop dan food tasting. Kegiatan ini ditargetkan menarik hingga 1.300 pengunjung selama tiga hari.
Tahun ini, Kementerian Pariwisata bersama Asosiasi Pengelola Pusat Pusat Belanja di Indonesia (APPBI) untuk menghadirkan “Culinary Festival” yang berlangsung pada 7 Oktober hingga 1 November 2026, serta melibatkan 32 mal di 14 kota.
BACA JUGA:Minat Wisman Tetap Kuat, Tembus 6 Juta Kunjungan
Selanjutnya, WIG 2026 menghadirkan “Indonesia Restaurant Months” bersama Priceless by Mastercard di 150 restoran, serta chef collaboration di berbagai hotel dan restoran yang tersebar antara lain di Jakarta, Bali, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Solo.
Semakin Kuat
Penyelenggaraan WIG 2026 juga berlangsung di tengah semakin kuatnya perhatian internasional terhadap perkembangan gastronomi Indonesia.
Indonesia memperoleh New Destination Champion Award 2026 dari La Liste, salah satu institusi gastronomi internasional asal Prancis.
Pada Asia’s 50 Best Restaurants 2026, dua restoran Indonesia juga mencatat peningkatan posisi. August naik dari peringkat 49 menjadi 42, sedangkan Locavore NXT naik dari peringkat 92 menjadi 44.
Indonesia memiliki produk, talenta, dan cerita gastronomi yang mampu bersaing di tingkat global. Momentum inilah yang ingin terus pemerintah dorong.
Menpar Widiyanti menekankan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kerja para chef, pemilik restoran, produsen, serta seluruh pelaku yang selama ini membangun ekosistem gastronomi Indonesia.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa ekosistem gastronomi Indonesia semakin terlihat, semakin dipercaya, dan semakin kompetitif di tingkat internasional,” ujar Menpar.