Jakarta, landbank.co.id- Mayoritas pengembang masih mampu mencetak pertumbuhan penjualan atau pendapatan di tengah industri properti yang menantang pada 2026.
Kondisi itu terekam dalam laporan keuangan 58 persen emiten properti yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode semester pertama 2026.
Secara keseluruhan, dari 78 emiten properti yang telah merilis laporan keuangan mereka terlihat bahwa penjualan pada Januari-Juni 2026 tumbuh sekitar sekitar 6 persen bila dibandingkan dengan periode sama 2025, yakni dari Rp40,45 triliun menjadi sekitar Rp50,65 triliun.
Dalam kelompok pengembang yang mampu mencetak pertumbuhan penjualan sepanjang semester pertama 2026, besaran kenaikannya bervariasi.
Bahkan, pertumbuhan terbesar menyentuh sekitar 294 persen. Berlipat-lipat dibandingkan pertumbuhan secara keseluruhan emiten properti per akhir Juni 2026.
BACA JUGA:Adhi Karya Kumpulkan Pemegang Saham, Cek Agendanya
Salah satu yang mencetak pertumbuhan pendapatan adalah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Pada enam bulan pertama 2026, pengembang kota mandiri modern Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) itu membukukan pertumbuhan pendapatan 78 persen menjadi Rp2,9 triliun dibandingkan dengan periode sama 2025.
"Pendapatan yang meningkat sebesar 78 persen year on year (yoy) dan lonjakan pada kuartal kedua, merupakan catatan sejarah yang luar biasa dalam perjalanan PANI, hal ini menunjukan bahwa PANI masih dipercaya oleh pasar sebagai salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia,” kata Presiden Direktur PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk, Sugianto Kusuma, belum lama ini.
Pencapaian tersebut didorong oleh serah terima lahan di kawasan CBD PIK2 sebagai kontributor utama pendapatan perusahaan.
Selain itu, kontribusi dari serah terima hunian dan produk komersial di kawasan PIK2 terus menunjukkan tren yang baik, dengan kontribusi serah terima terbagi di kawasan Rumah Milenial, Permata Hijau Residences, Manhattan Residences, Pantai Bukit Villa, Bukit Nirmala, dan Pasir Putih Residences.
Pengembang lainnya yang juga mengoleksi pertumbuhan pendapatan pada semester pertama adalah PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) atau Tanrise Property.
Sepanjang Januari-Juni 2026, RISE membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 34 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp287 miliar.
BACA JUGA:PANI Ukir Sejarah, Gaet Laba Bersih Rp1,7 Triliun
Pada periode itu segmen Industrial Park & Logistic menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan Perseroan dengan nilai mencapai Rp157,7 miliar atau sekitar 55 persen dari total pendapatan. Segmen ini juga mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan, yakni 878 persen secara tahunan (yoy), yang berasal dari penjualan lahan untuk kawasan industri dan fasilitas pergudangan modern.
Kontributor terbesar berikutnya berasal dari segmen Hotel, MICE, dan Leisure yang membukukan pendapatan sebesar Rp85 miliar, atau sekitar 30 persen dari total pendapatan Perseroan. Lalu, segmen Business Districts berkontribusi sekitar Rp20 miliar, atau sekitar 7 persen dari total pendapatan.