Selain itu, penyaluran subsidi juga harus tepat sasaran bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
BACA JUGA:Dari Transformasi, BTN Kian Menuai Hasil Positif
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napiputupulu pernah mengatakan, kebutuhan terhadap rumah layak dan terjangkau masih sangat besar.
Karena itu, kata dia, peningkatan penyaluran pembiayaan harus dibarengi dengan kesiapan rumah, kualitas bangunan, ketepatan sasaran, dan tingkat keterhunian.
“Besarnya volume pembiayaan harus selalu diikuti kualitas rumah dan ketepatan penerima manfaat. Rumah subsidi harus benar-benar menjadi rumah pertama yang layak, siap dihuni, dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menempatinya,” tutur Nixon dilansir laman BTN.
Dia menegaskan, penyaluran pembiayaan perlu ditopang oleh pelaporan dan pemantauan yang akurat untuk memastikan rumah benar-benar diterima dan dihuni oleh masyarakat yang berhak.
BACA JUGA:BTN Siapkan KPR 40 Tahun Bunga 6% untuk Hunian Manggarai
“Penyaluran bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibiayai, tetapi juga bagaimana pembiayaan tersebut dipantau setelah akad. Pelaporan dan validasi menjadi bagian penting untuk menjaga akuntabilitas program rumah subsidi,” ujar Nixon.
(*)