Masih Jadi Incaran
Sementara itu, DMAS yang melantai di BEI sejak 2015, memiliki Zona Data Center sekitar 300 hektare.
Zona Data Center yang terletak di jantung kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC), Kota Deltamas itu dikembangkan sejak tahun 2021.
Hingga akhir 2025, tingkat serapan lahannya melampaui 80 persen dan menjadi rumah bagi 15 tenant pusat data.
BACA JUGA:Jabodetabek Masih Incaran Investasi Data Center
Para pelanggan itu di antaranya PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), Pusat Data Nasional Kementerian Kominfo, serta operator data center tier-4 dari berbagai negara, yakni Singapura, Malaysia, China, Korea, Jepang, Australia, hingga Amerika Serikat.
Dalam catatan Cushman & Wakefield, area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) masih menjadi incaran investasi fasilitas pusat data.
“Jabodetabek masih menjadi pusat utama pengembangan data center untuk kebutuhan enterprise maupun hyperscale cloud,” ujar Pritesh Swamy, head of Data Centre, Research & Advisory Asia Pacific Cushman & Wakefield, belum lama ini.
Selain Jabodetabek, tambah dia, Batam semakin berkembang sebagai lokasi strategis untuk infrastruktur AI dan komputasi berkinerja tinggi (high-performance computing).
BACA JUGA:DMAS Buka Kartu Kenapa Jadi Incaran Data Center
“Batam kini semakin berkembang sebagai pusat AI bagi perusahaan yang membutuhkan infrastruktur yang terukur, tangguh, dan siap menghadapi kebutuhan di masa depan,” ujar Pritesh Swamy.
(*)