DMAS Kantongi Permintaan Lahan Data Center Nyaris 64 Hektare

Sabtu 05-09-2026,10:00 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id- PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mengantongi permintaan lahan industri sekitar 85 hektare sepanjang semester pertama 2026.

Dari total permintaan lahan emiten berkode saham DMAS di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu sebanyak 75 persen atau setara sekitar 63,75 hektare berasal dari sektor data center.

Permintaan terhadap lahan industri menopang raihan prapenjualan (marketing sales) DMAS yang sepanjang Januari-Juni 2026 menyentuh sekitar Rp1,15 triliun.

“Prapenjualan Perseroan pada semester pertama tahun 2026 telah mencapai 55 persen dari target tahun ini,” papar Tondy Suwanto, direktur dan sekretaris Perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk, dikutip Sabtu, 5 September 2026.

“Capaian prapenjualan pada periode ini didominasi oleh sektor industri khususnya sektor data center," tambah dia. 

BACA JUGA:BEST Berharap Tangkap Peluang Data Center

Permintaan dari sektor data center yang mencapai 75 persen dari 85 hektare ditopang oleh sejumlah faktor pendukung.

Faktor pendukung itu adalah fasilitas dan infrastruktur yang komprehensif, seperti pasokan listrik dengan layanan premium, instalasi serat optik dengan tingkat redudansi yang andal, looping sistem pada ketersediaan air bersih maupun air daur ulang, serta pusat komando data dan keamanan.

Seiring tingginya permintaan akan lahan industri, perusahaan yang berdiri sejak 1993 ini akan terus berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas dan memberikan layanan terbaik untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai sebuah kawasan terpadu modern ramah lingkungan dan sebagai pusat aktivitas regional di timur Jakarta.

Per 30 Juni 2026, pengembang dan pengelola kawasan terpadu modern berbasis industri Kota Deltamas, Jawa Barat ini mengantongi cadangan lahan (landbank) seluas 581 hektare.

Mengutip data Perseroan, komposisi landbank itu mencakup lahan komersial 357 hektare, lahan untuk residensial 164 hektare, dan lahan industri 60 hektare.

Luas landbank DMAS pada semester pertama 2026 terlihat lebih rendah bila dibandingkan dengan periode sama setahun sebelumnya yang masih seluas 642 hektare.

BACA JUGA:Repower Bikin Anak Usaha Data Center

Dari sisi nilai, mengutip laporan keuangan Perseroan, DMAS memiliki tanah yang belum dikembangkan senilai Rp1,14 triliun pada semester pertama 2026.

Nilai itu naik sekitar 1 persen bila disandingkan dengan posisi per akhir Juni 2025 yang masih di level Rp1,13 triliun.

Kategori :