Jakarta, landbank.co.id- Perhatian Bank DBS Indonesia terhadap penguatan ekosistem social enterprises berbasis ekonomi sirkular terus bergulir melalui DBS Foundation.
Sepak terjang Bank DBS Indonesia terkait ekonomi sirkular itu dikemas dalam DBS Foundation Grant yang memberikan pendanaan, pendampingan, akses jejaring, hingga peluang kolaborasi bagi para pelaku usaha.
Muara DBS Foundation diharapkan berdampak memerbesar skala bisnis mitra yang digandeng dari kalangan nelayan dan petani.
“Kami percaya bahwa bisnis dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan. Melalui DBS Foundation Grant Program, kami ingin membantu social enterprises memperkuat fondasi bisnisnya, mengakses jejaring yang relevan, serta memperbesar dampak bagi komunitas yang membutuhkan,” ujar Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika, Jumat, 21 Agustus 2026.
Dia mencontohkan, Parongpong RAW Lab dan MYCL menunjukkan bagaimana inovasi lokal dapat menjawab isu lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi nelayan, petani, dan masyarakat yang selama ini berada di rantai nilai yang rentan.
BACA JUGA:Dorong Bisnis Hijau, Kemenpar Gelar Pelatihan Pariwisata Sirkular
Sebagai DBS Foundation Grantee 2025, Parongpong RAW Lab mendapatkan dukungan untuk memperkuat Ghost Net Circular Economy & Coastal Community Empowerment Program di Cilincing, Jakarta, dan Muncar, Banyuwangi.
Program ini dirancang untuk mengubah jaring ikan bekas atau ghost net menjadi material bernilai tambah, sekaligus membuka akses pendapatan tambahan, pelatihan, dan keterlibatan ekonomi bagi komunitas pesisir.
Dalam dua tahun, program ini menargetkan pengumpulan 20 ton ghost net, mendukung lebih dari 600 nelayan, melibatkan 1.000 anggota komunitas pesisir, serta pendirian dua microfactory untuk memperkuat kapasitas produksi lokal.
Hingga Agustus 2026, Parongpong telah menyelesaikan studi kelayakan di kedua lokasi dengan melibatkan 105 responden, mengumpulkan lebih dari 4.500kg ghost net atau sekitar 46 persen dari target 2026, serta melibatkan 179 nelayan.
Program edukasi juga telah menjangkau 150 siswa di Muncar. Dari sisi infrastruktur, platform digital traceability SISA telah digunakan untuk mencatat pengumpulan jaring, satu petani yang mengusahakan tanaman semusim atau tanaman tahunan, dan menggunakan lahan pertanian kurang dari 0,5 hektare.
BACA JUGA:Repower Bikin Anak Usaha Data Center
Kapasitas pengolahan telah meningkat menjadi unit operasional 100 liter di Bandung, dan pengembangan produk berbasis ghost net telah menghasilkan Circulites, seri lampu meja dengan diffuser dari Prototiles berbahan jaring bekas.
“Dukungan DBS Foundation membantu kami membangun sistem yang lebih menyeluruh, mulai dari pengumpulan material, edukasi komunitas, peningkatan kapasitas teknologi, hingga pengembangan produk yang dapat diterima pasar. Bagi kami, dampak tidak berhenti pada pengurangan limbah, tetapi juga bagaimana komunitas pesisir dapat mengambil peran aktif dalam rantai ekonomi sirkular dan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik,” ungkap CEO & Founder Parongpong RAW Lab Rendy Aditya Wachid.
Sementara itu, MYCL yang merupakan DBS Foundation Grantee 2016 dan 2018, menjadi contoh bagaimana dukungan berkelanjutan dapat membantu social enterprise bergerak dari tahap inovasi menuju skala yang lebih besar.