Jakarta, landbank.co.id– PT Pakuan Tbk (UANG) mencatat peningkatan penjualan sekitar 8 persen pada 2025 disandingkan dengan setahun sebelumnya.
Mengutip laporan keuangan PT Pakuan Tbk, pada 2025, emiten properti berkode saham UANG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mengoleksi penjualan Rp343,77 miliar.
Sebaliknya, penjualan PT Pakuan Tbk pada 2024 masih bertengger di level Rp317,94 miliar.
Pada 2025, sumber pemasukan UANG berasal dari tiga segmen, yakni penjualan tanah, penjualan rumah tapak, dan penjualan rumah toko (ruko).
Baca juga: Meneropong Konsep Sustainable Development Lake Vista di Shila at Sawangan
Penjualan tanah menjadi otot pundi-pundi Perseroan, yakni sebesar Rp236,27 miliar atau setara sekitar 69 persen terhadap total pendapatan UANG.
Segmen ini terlihat meningkat sekitar 32 persen bila dibandingkan dengan raihan tahun 2024 yang sekitar Rp179,18 miliar.
Penjualan rumah pengembang Cluster The Grove, Sawangan, Depok ini tercatat relatif stabil pada 2025, yakni senilai Rp63,94 miliar disandingkan dengan setahun sebelumnya sekitar Rp64,01 miliar.
Kontribusi penjualan rumah tapak terhadap total pendapatan UANG pada 2025 menyentuh sekitar 19 persen.
Sebaliknya, penjualan ruko pemilik area komersial The Shoppes at Senopati Boulevard, Sawangan, Depok ini justru merosot sekitar 41 persen, yakni dari semula Rp74,75 miliar menjadi senilai Rp43,56 miliar.
Baca juga: Lotte Land & Vasanta Group Mulai Bangun Hunian Eksklusif Hannam di Sawangan
Penjualan ruko menyumbang sekitar 12 persen terhadap total pendapatan perusahaan yang didirikan sejak 1971 ini.
Berbeda dengan penjualan yang menguat pada 2025, torehan laba bersih pengembang proyek Shila at Sawangan, Depok, Jawa Barat ini terlihat turun tipis.
Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, pada 2025, laba bersih UANG sebesar Rp83,10 miliar, sedangkan setahun sebelumnya Rp84,95 miliar.
Sementara itu, jumlah aset UANG per akhir Desember 2025 tercatat meningkat dari setahun sebelumnya, yakni menjadi sebesar Rp1,80 triliun dari awalnya Rp1,58 triliun.