Sinyal Pemanfaatan Lahan Pemda untuk Rusun Subsidi

Senin 13-10-2025,12:32 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

“Kami tetap optimistis pembangunan properti untuk hunian masih terbuka lebar. Anggota kami masih terus membangun untuk menyediakan tempat tinggal yang layak dan ramah lingkungan,” tutur Arvin F Iskandar, ketua umum Dewan Pimpinan Daerah Realestat Indonesia DKI Jakarta (DPD REI DKI Jakarta), belum lama ini.

Denyut pembangunan hunian di Jakarta terekam dari riset konsultan properti Cushman & Wakefield Indonesia.

Riset itu menyebutkan bahwa hingga semester pertama 2025, di Jakarta terdapat pengembangan proyek rumah tapak di atas areal seluas 785 hektare (ha).

Proyek pengembangan properti tersebut memproduksi sebanyak 27.180 rumah tapak.

Menurut Arvin F Iskandar, dalam penyediaan hunian bagi masyarakat, DPD REI DKI Jakarta akan memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kepada Pemprov DKI Jakarta, jelas dia, diutarakan soal masalah perizinan kepada Pemprov DKI Jakarta seperti masalah Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) hingga aturan seputar Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS).

“Di sisi lain, kami akan bekerja sama untuk penyediaan hunian layak di perkotaan seperti program yang digulirkan Pemprov DKI Jakarta, yakni hunian terjangkau milik,” urai Arvin.

Dalam mewujudkan hunian layak di perkotaan, tambah dia, pihaknya mendorong agar dalam pembangunan proyek properti para developer memanfaatkan energi baru terbarukan untuk menjaga langit Jakarta tetap biru.

Baca juga: Jakarta Punya 259.900 Unit Kondominium, 17 Persen Belum Terjual

Terhadap masa depan kota Jakarta sebagai kota bisnis internasional, tegas dia, DPD REI DKI Jakarta berkomitmen menjaga Jakarta dengan langit biru yang lebih bersih serta ramah lingkungan.

“REI akan mendorong anggota untuk membangun proyek-proyeknya dengan energi baru terbarukan, serta akan bekerja sama dengan investor-investor global untuk penerapan energi baru terbarukan,” ujar Arvin.

 

(*)

Tags :
Kategori :

Terkait