Bos PANI Bilang Begini Soal Prospek Properti

Senin 12-05-2025,13:40 WIB
Reporter : Redaksi
Editor : Redaksi

Dengan masuknya MAP sebagai pemegang saham mayoritas, PANI diversifikasi portofolio usaha menjadi pengembang properti yang disponsori oleh Agung Sedayu Group dan Salim Group. Kemudian, PANI melaksanakan aksi korporasi yakni penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I), PANI melakukan penawaran umum terbatas sebanyak 13.120 juta saham baru biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100 (nilai penuh) setiap saham dengan harga penawaran sebesar Rp500 (nilai penuh) per saham dan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada 23 Agustus 2022.

PANI telah menyelesaikan proses PMHMETD II (kedua) sebesar Rp10,5 triliun dengan jumlah penawaran umum terbatas sebanyak 2.097 juta saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100 (nilai penuh) setiap saham dengan harga penawaran sebesar Rp5.000 (nilai penuh) per saham dan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada 6 Desember 2023.

Pada Agustus 2024, PANI telah menyelesaikan dua seri Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan penerimaan modal baru sebesar Rp6,5 triliun dan total saham baru yang diterbitkan sebanyak 1.256.445.500 lembar. Dana yang diperoleh melalui PMTHMETD I dan II tersebut dipergunakan untuk ekspansi bisnis

PANI yakni menambah bank tanah seluas 232 hektare di PIK 2, Tangerang, Banten.

Dengan telah tuntasnya PMTHMETD, total bank tanah (cadangan lahan) PANI per 31 Desember 2024 menjadi 1.845 hektare.

Baca juga: Laba PANI Melambung

Pada 13 Januari 2025, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK”) yang merupakan entitas anak PANI, telah berhasil melakukan penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia.

IPO CBDK berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,3 triliun yang digunakan untuk pembangunan Nusantara International Convention Exhibition (NICE). NICE akan mulai beroperasi secara parsial pada September 2025.

 

(*)

Tags :
Kategori :

Terkait