Baca juga: Ini Alasan PANI Patok Target Marketing Sales Rp5,3 Triliun
Manajemen PANI menyatakan bahwa capaian pada tiga bulan pertama 2025 memperkuat posisi Perseroan sebagai salah satu emiten properti dengan prospek jangka panjang yang cemerlang, seiring dengan pengembangan kawasan PIK2 yang semakin matang dan terintegrasi.
PANI mencatatkan kenaikan total aset sebesar Rp1,9 triliun menjadi Rp48,5 triliun pada periode 31 Maret 2025.
Kenaikan aset ini salah satunya disebabkan oleh penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) salah satu anak usaha PANI, yakni PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).
Lewat IPO itu CBDK berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,3 triliun pada 13 Januari 2025.
Selain itu, PANI juga mengalami peningkatan dalam properti investasi dari pembangunan proyek Nusantara International Convention Exhibition (NICE) yang didanai sepenuhnya dari hasil IPO CBDK.
NICE merupakan fasilitas meeting, incentives, conference, and exhibition (MICE) bertaraf internasional yang akan mulai beroperasi sebagian pada Oktober 2025.
Tahun 2025, juga dinilai oleh manajemen PANI sebagai momentum penting dengan akan beroperasinya Jalan Tol KATARAJA yang menghubungkan langsung PIK2 dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Baca juga: Kinerja Kinclong, Bos PANI Bilang Begini
Waktu tempuh dari bandara menuju kawasan kini akan dipersingkat menjadi hanya sekitar 7 menit, menjadikan PIK2 sebagai pusat aktivitas baru yang mudah diakses dari berbagai arah.
Cadangan Lahan
PANI mengawali kegiatan usahanya pada 1 Maret 2001 sebagai produsen di bidang industri kemasan kaleng.
Pada Desember 2017, PANI melakukan akuisisi terhadap PT Windu Blambangan Sejati yang merupakan perusahaan di bidang industri pengolahan hasil perikanan dan jasa pembekuan/penyimpanan di kamar pendingin.
Pada 18 September 2018, PANI berubah status menjadi perusahaan terbuka melalui pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia dengan nominal saham sebesar Rp108 dan jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 150 juta lembar saham.
Pada 2021, PT Multi Artha Pratama (MAP) yang bergerak di bidang pengembang properti di PIK, mengambil alih saham Perusahaan sebanyak 80% atau sebesar 328 juta lembar saham.