Infrastruktur dan PPN DTP Kerek Rumah Tapak Sekunder di Tangerang dan Jakarta

Kamis 07-03-2024,10:07 WIB
Reporter : Redaksi
Editor : Redaksi

Setelah Indeks Harga Rumah Seken di Denpasar konsisten berada di bawah inflasi tahunan selama tahun 2021 sampai Kuartal III Tahun 2023, kota ini mengalami pertumbuhan harga tahunan yang sangat signifikan pada bulan November dan Desember 2023, di kisaran 20,1 persen sampai 20,7 persen, jauh berada di atas inflasi tahunan.

Hal ini beriringan dengan tren perekonomian dan pariwisata Bali yang tumbuh signifikan serta relaksasi kebijakan atau insentif terkait yang mendukung kepemilikan properti oleh Warga Negara Asing (WNA).

Seluruh area di Denpasar berpotensi menyasar pasar menengah, menengah-atas, dengan peminatan yang tinggi untuk rentang harga properti di kisaran Rp400 juta-Rp3 miliar.

Sementara itu, di Makassar, meskipun pertumbuhan indeks harga rumah seken selama tahun 2023 cenderung fluktuatif, trennya terus bergerak naik. Jika dibandingkan, pertumbuhan tahunan indeks harga rumah seken kota ini cukup konsisten mengungguli inflasi tahunan.

Faktor utama yang paling mempengaruhi permintaan di Makassar, yakni jangkauan pusat kota, fasilitas publik dan komersial serta pengembangan berskala besar oleh pengembang terkemuka yang semakin membuat kawasan sekitar lebih populer.

Di sisi lain, Surakarta telah mengalami peningkatan permintaan rumah sejak awal tahun 2023, dengan pertumbuhan permintaan rumah yang dijual sebesar 49,1 persen dan rumah yang disewa sebesar 55,3 persen secara year-to-date.

Pada akhir 2023, juga terjadi peningkatan harga properti yang signifikan di Surakarta, mencapai 8,3 persen.

Kenaikan harga hunian ini terlihat dalam pertumbuhan median harga rumah dalam dua rentang ukuran.

Pertama, rentang ukuran di bawah 60 meter persegi sebesar 16,3 persen dengan median harga Rp465 juta.

Kedua, rentang ukuran 61-90 meter persegi sebesar 18 persen dengan median harga Rp590 juta.

Kondisi ini membuat Surakarta menjadi pasar menarik bagi pembeli rumah dari kalangan kelas menengah dan menengah-bawah yang mencari hunian dengan ukuran bangunan yang relatif kecil.

“Dukungan dari perkembangan infrastruktur yang semakin baik, dipadukan dengan kebijakan serta insentif pemerintah baru-baru ini yang bertujuan memperkuat sektor properti, menjadi faktor krusial yang memperkaya prospek ke depan ketiga kota tersebut. Kota-kota tersebut menjadi pilihan yang menarik dan menjanjikan bagi para investor maupun pembeli properti yang mencari peluang pertumbuhan aset investasi jangka panjang,” pungkas Marisa.

 

(*)

Tags :
Kategori :

Terkait