Jakarta, landbank.co.id– PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) meraup sekitar Rp1,82 triliun dari penjualan tanah kawasan industri pada 2025.
Mengutip laporan keuangan PT AKR Corporindo Tbk, penjualan tanah kawasan industri emiten berkode saham AKRA ini melonjak sekitar 108 persen bila dibandingkan dengan 2024.
Hal itu mengingat pada 2024 penjualan tanah kawasan industri PT AKR Corporindo Tbk masih bertengger di posisi Rp877,26 miliar.
AKRA melakoni bisnis kawasan industri melalui PT Usaha Era Pratama Nusantara (UEPN) yang 99,99 persen sahamnya dimiliki oleh perseroan.
Hal itu dimungkinkan mengingat UEPN menguasai 60 persen saham PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) yang mengoperasikan Kawasan Industri dan Pelabuhan Terpadu (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur.
Baca juga: Ketegangan Global Potensial Berdampak Terhadap Kawasan Industri
BKMS bekerja sama dengan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia yang dikenal sebagai BJTI Port, anak usaha PT Pelindo III.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2021 tanggal 28 Juni 2021 (PP No. 71/2021), Pemerintah Indonesia telah menetapkan lokasi usaha BKMS di Gresik, Jawa Timur sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Masterplan JIIPE mencakup kawasan industri terintegrasi seluas 3.000 hektare (ha) terdiri atas kawasan industri seluas 1.761 ha, kawasan pelabuhan 406 ha serta kawasan residensial dan komersial 800 ha.
Khusus kawasan residensial dikembangkan oleh sister company AKRA, yakni PT AKR Land.
“JIIPE memiliki beberapa keunggulan dan fasilitas yang menarik investor. Konsep integrasi fasilitas logistik dan utilitas, dapat menarik investor yang berorientasi untuk mengelola biaya logistik yang efisien,” ujar manajemen AKRA dalam paparan publik beberapa waktu lalu.
Baca juga: AKRA Bayar Dividen Tunai Pekan Depan
Kemudian dengan status KEK, jelas manajemen AKRA, JIIPE menawarkan insentif fiskal seperti pajak, dan nonfiscal seperti kemudahan perizinan maupun imigrasi.





