Maklum, pada triwulan ketiga 2025, total pendapatan anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) itu mencapai sebesar Rp165,54 miliar.
Hingga akhir September 2025, ADCP memiliki tiga hotel, yakni Hotel Grandhika Jakarta, Hotel Grandhika Medan, dan Hotel Grandhika Semarang.
Sementara itu, di lini pendapatan properti, ADCP pada periode sembilan bulan 2025 meraih sebesar Rp75,48 miliar atau merosot sekitar 59 persen bila disandingkan dengan periode sama 2024 yang senilai Rp183,27 miliar.
Pendapatan properti menjadi penyumbang kedua terbesar terhadap pundi-pundi ADCP per akhir September 2025, yakni mencapai sekitar 46 persen.
Baca juga: ADCP akan Maksimalkan Recurring Income
Di luar hotel dan properti, ADCP juga punya sumber pendapatan ketiga, yakni dari lini sewa. Per akhir September 2025, pendapatan sewa menyumbang sebesar Rp2,58 miliar.
Kontribusi lini sewa terhadap total pendapatan pengembang proyek berorientasi transit (transit oriented development/TOD) itu per akhir September 2025 sekitar 2 persen.
Secara keseluruhan, total pendapatan Adhi Commuter Properti per akhir September 2025 turun sekitar 41 persen bila disandingkan dengan periode sama 2024.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, per akhir September 2025, pendapatan ADCP sebesar Rp165,54 miliar, sedangkan pada periode sama 2024 sebesar Rp280,22 miliar.
Penurunan pendapatan ikut memengaruhi raihan laba bersih ADCP pada sembilan bulan 2025. Per akhir September 2025, ADCP membukukan kerugian Rp4,85 miliar, sedangpan per akhir September 2024, mengantongi laba bersih Rp30,25 miliar.
Baca juga: Pendapatan Sewa ADCP Mulai Unjuk Suara
“Kami terus berupaya menjaga kinerja keuangan yang sehat dan adaptif terhadap perubahan pasar. Fokus kami adalah memastikan setiap langkah bisnis memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, pelanggan, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Direktur Utama ADCP Achmad Wachid Abdullah, beberapa waktu lalu.
(*)





