Jakarta, landbank.co.id– PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) mengumumkan bahwa anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI) itu berencana mengumpulkan para pemegang obligasi di Jakarta, Jumat 6 Maret 2026.
Mengutip pengumuman PT Adhi Commuter Properti Tbk, emiten berkode saham ADCP di Bursa Efek Indonesia itu menempatkan dua agenda rapat umum pemegang obligasi (RUPO) kali ini.
Kedua agenda RUPO yang diusulkan manajemen PT Adhi Commuter Properti Tbk itu mencakup, permohonan persetujuan pengesampingan (waiver) atas pemenuhan kewajiban ADCP untuk memelihara rasio keuangan sesuai dengan ketentuan dalam pasal 6 ayat 6.3 angka (vi) huruf c Akta Nomor 28 Perjanjian Perwaliamatan Obligasi II Adhi Commuter Properti Tahun 2022 tanggal 7 Maret 2022, berikut perubahannya, untuk periode laporan keuangan konsolidasian tahunan per 31 Desember 2025 (audited) sampai dengan Desember 2026 (audited).
Agenda kedua, permohonan persetujuan penundaan pembayaran kupon (bunga) untuk periode Februari 2026 sampai dengan Februari 2027, dengan ketentuan bahwa kupon (bunga) yang ditunda tersebut akan dibayarkan bersamaan dengan jatuh tempo pokok pada bulan Mei 2027, serta penetapan bahwa penundaan pembayaran kupon (bunga) dimaksud tidak dianggap sebagai Peristiwa Kelalaian (Event of Default) selama masa standstill berlaku.
Dalam pengumuman yang dikeluarkan ADCP juga disebutkan bahwa RUPO kali ini diselenggaran atas permintaan emiten.
Baca juga: Disuntik Dana oleh Induk, ADCP: Biayai Proyek Penting
“Pemegang Obligasi yang hadir dan memiliki hak suara adalah Pemegang Obligasi yang tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 3 (tiga) hari kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO,” urai manajemen ADCP.
Bisnis Hotel
Sementara itu, ADCP meraih pendapatan Rp87,47 miliar dari bisnis hotel sepanjang Januari-September 2025.
Merujuk laporan keuangan Perseroan, pendapatan bisnis hotel turun sekitar 8 persen bila disandingkan dengan torehan pada periode sama 2024.
Baca juga: ADCP Geser Jatuh Tempo Obligasi
Sepanjang Januari-September 2024, pendapatan bisnis hotel ADCP menyentuh senilai Rp94,57 miliar.
Porsi bisnis hotel terhadap total pendapatan per akhir September 2025 cukup dominan, yakni mencapai sekitar 53 persen.





