Dia menambahkan, tim gabungan akan segera bekerja menyusun konsep pengembangan kawasan tersebut dan menargetkan pemaparan konsep pada akhir April 2026.
“Kita jalankan secepatnya. Tanggal 25 April konsepnya akan dipaparkan, kemudian kita harapkan bisa segera dilanjutkan ke tahap berikutnya,” ujarnya.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa kawasan Kiaracondong akan dikembangkan sebagai kawasan TOD yang terintegrasi dengan moda transportasi dan aktivitas masyarakat.
Menurut dia, kawasan tersebut nantinya terhubung dengan Stasiun Kiaracondong, Stasiun Bandung, serta kawasan pengembangan lainnya seperti ruang kreatif dan area bisnis untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Konsep TOD ini kawasan terintegrasi, ada kawasan hunian, kawasan bisnis, dan fasilitas umum. Jumlah unitnya masih dihitung dan akan dioptimalkan sesuai potensi lahan,” jelas Bobby.
Baca juga: Program Tiga Juta Rumah dan FLPP, Begini Kata Prabowo
Peninjauan lahan di Kiaracondong ini menjadi bagian dari upaya Kementerian PKP bersama PT KAI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendorong penyediaan hunian layak yang terintegrasi dengan transportasi publik, sekaligus mendukung pengembangan kawasan perkotaan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Bobby pernah mengatakan, pihaknya punya tiga proyek pembangunan berorientasi transit yang dinilai dapat mendukung Program Tiga Juta Rumah.
Ketiga proyek TOD tersebut terletak di tiga stasiun kereta yaitu Manggarai, Tanah Abang, dan Sudirman–BNI City–Karet. Ketiganya terletak di DKI Jakarta.
Baca juga: 18 Tower untuk Rusun Subsidi MBR Perkotaan
“Melalui pengembangan TOD, kami ingin mendukung penyediaan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), ruang terbuka hijau, serta jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman di sekitar kawasan stasiun,” kata dia.
(*)





