Ada Potensi TOD MBR di Bandung

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menilai ada potensi pembangunan hunian berorientasi transit (transit oriented development/TOD) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat/foto: pkp.go.id

Jakarta, landbank.co.id– Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menilai ada potensi pembangunan hunian berorientasi transit (transit oriented development/TOD) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat.

Pembangunan kawasan TOD MBR itu akan memanfaatkan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Bacaan Lainnya

Guna melihat potensi TOD MBR itu Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau lokasi bersama Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Senin 6 April 2026.

Menteri Ara menyampaikan bahwa lokasi tersebut dinilai strategis karena berada di kawasan transportasi publik dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi hunian terintegrasi yang memudahkan mobilitas masyarakat.

“Kita melihat langsung lahannya, demand-nya, dan semua aturan yang bisa memudahkan rakyat sesuai arahan Presiden Prabowo untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Lahan sekitar 6000m2 ini akan langsung kita bentuk tim bersama antara Kementerian PKP, KAI, Sekda, dan Pemerintah Kota Bandung,” kata dia dilansir laman PKP.

Baca juga: Daftar Harga Rumah Subsidi dan Batasan Penghasilan MBR

Menteri PKP menjelaskan, pengembangan kawasan berbasis TOD tidak hanya menghadirkan hunian, tetapi juga fasilitas pendukung yang menunjang kebutuhan sehari-hari masyarakat dalam satu kawasan terpadu.

“Seperti yang disampaikan, nanti ada huniannya, fasilitas kesehatan, pendidikan, tempat ibadah, dan fasilitas pendukung lainnya. Ini kawasan terintegrasi yang benar-benar disiapkan untuk masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Menteri Ara menilai pemanfaatan lahan milik KAI di kawasan perkotaan memiliki potensi besar untuk membantu penyediaan hunian bagi masyarakat, khususnya di wilayah dengan kebutuhan tinggi seperti Bandung.

“Selama ini belum ada TOD berbasis kawasan kereta api seperti ini di Bandung. Kita mulai dari sini. Kita akan cari skema pembiayaan terbaik dan jalankan secepatnya,” tegas Menteri PKP.

Untuk mempercepat realisasi, Kementerian PKP juga membuka peluang pembiayaan melalui berbagai skema kolaboratif, termasuk dukungan dari sektor swasta dan program tanggung jawab sosial perusahaan.

Baca juga: Tiga Proyek TOD Ini Dukung Program Tiga Juta Rumah

“Jangan ragukan potensi Indonesia. Kita akan membuat berbagai skema pembiayaan, termasuk dukungan CSR dari perusahaan. Seperti kemarin ada komitmen dari Astra untuk membangun 1.000 rumah susun. Kita juga akan membuka peluang dukungan dari perusahaan maupun yayasan lainnya,” kata Menteri Ara.

Pos terkait