Lingkungan suku bunga yang lebih rendah cenderung menurunkan opportunity cost dalam memegang emas, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Selain itu, meningkatnya ketidakpastian geopolitik global juga terus menopang permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
Meski demikian, penguatan dolar AS masih menjadi faktor pembatas bagi kenaikan harga emas dalam jangka pendek. Indeks Dolar AS tercatat menguat ke level 99,15, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun justru turun ke kisaran 4,17 persen.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data ekonomi lanjutan, seperti Penjualan Ritel dan Indeks Harga Produsen (PPI) AS, yang akan menjadi petunjuk tambahan terkait arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan. Secara keseluruhan, Andy Nugraha menilai prospek pergerakan emas hari ini masih cenderung positif dengan peluang mempertahankan tren bullish.
(*)





