Jakarta, landbank.co.id – Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah tipis pada awal perdagangan Kamis, 22 Januari 2026, seiring meredanya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik kembali ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa.
Berdasarkan pantauan perdagangan sesi Asia, harga emas sempat turun ke level US$4.772 per troy ounce, mundur dari rekor tertingginya di US$4.888.
Pelemahan ini terjadi setelah Donald Trump mengumumkan langkah mundur dari rencana penerapan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang ambisinya terkait Greenland.
Presiden AS tersebut menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) telah membentuk sebuah kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland, meski belum merinci detail dari kesepakatan tersebut.
Langkah Trump ini memicu harapan pasar akan tercapainya solusi diplomatik yang dapat menghindari eskalasi konflik dagang antara AS dan Uni Eropa. Sentimen tersebut dalam jangka pendek menekan permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas.
“Emas mungkin sedang berhenti sejenak, tetapi pasar bullish masih sangat utuh. Ekspektasi pemotongan suku bunga, ketegangan geopolitik yang berkelanjutan, serta pembelian kuat oleh bank sentral tetap menjaga risiko condong ke arah kenaikan,” ujar Ewa Manthey, ahli strategi komoditas di ING Groep NV dikutip dari Bloomberg Kamis, 22 Januari 2026.
Meski demikian, ketidakjelasan isi kesepakatan Greenland masih menyisakan risiko geopolitik. Menteri Keuangan Jerman Lars Klingbeil bahkan memperingatkan agar pasar tidak terlalu cepat bersikap optimistis, meskipun Trump telah menarik ancaman tarifnya. Setiap tanda meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa berpotensi menghidupkan kembali minat terhadap emas sebagai aset aman.
(*)





