Tahun 2024, emiten berkode saham PLIN di Bursa Efek Indonesia itu mencatat tingkat okupansi pusat perbelanjaan sebesar 84,13 persen.
“Perseroan memerkirakan bahwa tingkat okupansi mall pada 2026 akan berada di atas delapan puluh persen,” urai Direktur PT Plaza Indonesia Realty Tbk, Evy Tirtasudira dalam surat tertulis kepada Bursa Efek Indonesia, belum lama ini.
Dalam surat pemilik Plaza Indonesia Shopping Center tertanggal 2 Januari 2026 itu juga dijelaskan bahwa sejalan dengan strategi pengelolaan portofolio properti, Perseroan memperkirakan jumlah penyewa (tenant) pada 2026 berkisar 370-380 tenant.
Sebelumnya, Direktur PT Plaza Indonesia Realty Tbk, David Raimond Sulaiman, mengatakan bahwa untuk penambahan tenant, pihaknya selalu mencari tenant yang terbaik untuk mall dan office tower.
Evy Tirtasudira juga menerangkan, jika ditinjau dari sentimen konsumen, kelas menengah mulai menunjukkan pemulihan secara bertahap, namun dengan pola konsumsi yang lebih selektif dan berorientasi pada nilai (value oriented).
“Oleh karena itu, pengelolaan dan penyesuaian tenant mix menjadi strategi yang semakin krusial dalam mendukung kinerja bisnis pusat perbelanjaan,” jelas dia.
Per akhir September 2025, pendapatan sewa pusat perbelanjaan perusahaan yang didirikan pada 1983 ini menyentuh Rp371,05 miliar atau setara dengan sekitar 36 persen dari total pendapatan.
Selain menjadi penyumbang terbesar, pada rentang Januari-September 2025, bisnis sewa pusat perbelanjaan PLIN juga meningkat sekitar 5 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2024.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, sepanjang Januari-September 2024, pendapatan sewa pusat perbelanjaan masih bertengger di angka Rp352,39 miliar.
Ketika itu, kontribusi pusat perbelanjaan setara dengan sekitar 35 persen dari total pendapatan PLIN per akhir September 2024 yang senilai Rp1,01 triliun.
(*)





