Jakarta, landbank.co.id– Tingkat hunian atau tingkat okupansi mal alias pusat perbelanjaan modern di Jakarta ditaksir terus meningkat sepanjang 2026-2028.
Bergeraknya tingkat hunian mal di Jakarta tak terlepas dari gairah minat para peritel yang sinyalnya kian menguat belakangan ini.
“Minat ekspansi peritel akan mendorong tingkat hunian tumbuh persen per tahun sepanjang 2026–2028,” jelas Ferry Salanto, head of research Colliers Indonesia dalam paparan virtual di Jakarta, baru-baru in.
Dalam pantauan konsultan properti itu pada kuartal IV 2025, tingkat okupansi mal di Jabodetabek yang mencakup Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi terkoreksi bila disandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Sepanjang tahun 2025, mengutip data konsultan itu, tingkat okupansi mal di Jakarta bertengger di sekitar 74 persen, sedangkan di Bodetabek sekitar 69 persen.
Hingga tahun 2025, di Jakarta terdapat sekitar 5 juta meter persegi (m2) ruang pusat perbelanjaan modern, setelah terdapat dua mal baru yang beroperasi pada tahun lalu.
Salah satu pusat perbelanjaan yang mulai beroperasi pada 2025 adalah K Mall di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Agung Sedayu Real Estat Indonesia (ASRI) selaku pemilik secara resmi membuka K Mall at Menara Jakarta, Kemayoran, Jakarta, Selasa, 11 November 2025.
Manajemen ASRI mengaku bahwa K Mall at Menara Jakarta merupakan destinasi gaya hidup terbaru yang lahir dari inspirasi pohon kehidupan – simbol energi baru, pertumbuhan, dan harmoni.
“K Mall kami ciptakan bukan hanya sebagai pusat belanja, tetapi sebagai pusat kehidupan,” kata Alexander Kusuma, chief executive officer (CEO) ASRI di Jakarta, Selasa, 11 November 2025.
Sebagai mal ikonik, pusat perbelanjaan ini memiliki total area seluas 33.800 meter persegi (m2) dan area parkir yang dapat menampung hingga 4.200 mobil.
Okupansi PLIN
Sementara itu, manajemen PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) mengaku tingkat okupansi pusat perbelanjaan bisa di atas 80 persen pada 2026.





