Capaian ini didukung oleh berbagai proyek unggulan, antara lain Nava Park, Hiera, The Armont Residences, Eonna, Terravia, serta klaster terbaru Vireya yang diluncurkan di BSD City.
Kontribusi signifikan juga berasal dari kawasan pengembangan lainnya, seperti Grand Wisata Bekasi dan Kota Wisata Cibubur, yang mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi kawasan yang dijalankan BSDE.
Tetap Optimistis
Hermawan mengatakan bahwa BSDE tetap optimistis terhadap prospek industri properti Indonesia ke depan.
Stabilitas makroekonomi domestik yang terjaga, serta keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen, memberikan kepastian bagi pasar, khususnya dalam menjaga suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) tetap kompetitif.
Baca juga: Ternyata Ini Alasan yang Bikin BSDE Patok Target Prapenjualan Rp9,50 Triliun
“Kondisi ini diharapkan dapat terus mendukung daya beli masyarakat, memperkuat minat terhadap produk hunian, serta menjadi katalis positif bagi keberlanjutan kinerja pemasaran BSDE pada periode mendatang,” tutur Hermawan.
Sementara itu, terpisah, di tengah geliat perekonomian nasional, tahun 2026 dinilai sebagai awal kebangkitan industri properti di Indonesia, setelah sempat melemah beberapa tahun belakangan ini.
“Melihat sejumlah faktor-faktor yang ada, tahun ini dapat menjadi awal kebangkitan industri properti Indonesia,” papar Anggota Satgas Perumahan Panangian Simanungkalit di Jakarta, baru-baru ini.
Dia menilai, proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV/2025 menjadi sinyal kebangkitan industri properti.
“Proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2026 sebesar 5,45 persen, lebih besar dibandingkan kuartal pertama yang 4,87 persen akan memengaruhi pemulihan sektor properti,” ujar dia.
Bagi Panangian, awal kebangkitan sektor properti kian bergulir seiring pertumbuhan ekonomi yang menguat. Tahun 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4 persen.
Baca juga: Residensial Sumbang 56 Persen Prapenjualan BSDE
“Setiap satu persen pertumbuhan ekonomi, sama dengan berkisar 1,5 persen hingga 1,7 persen pertumbuhan properti,” papar Panangian.
(*)





