Target Prapenjualan BSDE Tidak Meleset

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), pemilik kota mandiri BSD City, Tangerang, Banten mengoleksi prapenjualan sebesar Rp10,4 triliun pada 2025/foto: sml

Jakarta, landbank.co.id- Target prapenjualan tahun 2025 PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), pemilik kota mandiri BSD City, Tangerang, Banten, tidak meleset.

Dalam publikasi tertulisnya, emiten yang mengusung kode saham BSDE di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menyebutkan bahwa realisasi prapenjualan tahun 2025 menyentuh Rp10,4 triliun.

Bacaan Lainnya

Tahun lalu, anggota kelompok Sinar Mas Land (SML) tersebut mematok target prapenjualan sebesar Rp10 triliun.

“Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 3 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan prapenjualan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp9,72 triliun,” tutur Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk Hermawan Wijaya, dikutip Kamis 5 Februari 2026.

Baca juga: Ini Faktor yang Membuat Industri Properti Bangkit Pada 2026

Dia menambahkan, torehan pada 2025 itu sekaligus mencerminkan ketahanan kinerja BSDE di tengah dinamika pasar properti nasional serta kuatnya permintaan terhadap portofolio produk Perseroan yang beragam.

 

Segmen Residensial

Sementara itu, segmen residensial masih menjadi kontributor terbesar prapenjualan BSDE dengan nilai mencapai Rp4,19 triliun atau setara 42 persen dari total prapenjualan 2025.

Capaian ini menunjukkan minat konsumen yang tetap kuat terhadap produk hunian, khususnya di kawasan kota mandiri yang memiliki fasilitas lengkap dan konektivitas yang baik.

Lalu, segmen komersial, yang mencakup ruko, kavling komersial, dan apartemen, memberikan kontribusi sebesar Rp3,73 triliun atau setara dengan 37 persen dari total prapenjualan 2025.

Baca juga: Tiga Proyek SMDM Sumbang Prapenjualan BSDE

Selain itu, penjualan lahan kepada perusahaan patungan juga menjadi kontributor signifikan dengan nilai mencapai Rp2,13 triliun atau setara 21 persen dari total prapenjualan 2025.

Secara geografis, proyek-proyek yang berlokasi di BSD City masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 69 persen dari total prapenjualan 2025.

Pos terkait