Tidak hanya itu, pencapaian Indonesia semakin lengkap dengan diraihnya penghargaan Asia’s Best Pastry Chef Award 2026 oleh Ardika Dwitama.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kreativitas dan kepiawaiannya dalam menerjemahkan bahan-bahan lokal Indonesia ke dalam karya pastry modern yang presisi, imajinatif, dan berkarakter kuat. Ardika Dwitama dikenal melalui pendekatan dessert yang sangat memperhatikan musim, lingkungan, dan kekayaan bahan lokal Indonesia.
Kreasi-kreasinya menghadirkan pengalaman rasa yang modern, berlapis, namun tetap terasa dekat dengan akar budaya Nusantara. Beberapa dessert yang menjadi sorotan antara lain interpretasi pastry berbasis jasmine sencha, jeruk, yogurt, es krim sourdough dengan mulberry dan mete, hingga puding ketan dengan granita markisa dan jeli nanas fermentasi.
Bahan Lokal
Sementara itu, pencapaian Locavore NXT di Ubud, Bali juga menjadi tonggak penting bagi perkembangan gastronomi Indonesia.
Baca juga: Indonesia Mendulang Devisa US$13,82 Miliar dari Industri Pariwisata
Menempati posisi #44, restoran ini mencatat sejarah sebagai salah satu representasi kuat dari kuliner progresif Indonesia yang berakar pada prinsip keberlanjutan dan pemanfaatan bahan-bahan lokal secara sangat selektif.
Asia’s 50 Best menyoroti konsep unik Locavore NXT yang menghadirkan pengalaman bersantap imersif dengan pendekatan eco-conscious, hyper-local, dan seasonal.
Masuknya Locavore NXT ke daftar utama tahun ini juga menjadi momen penting karena memperlihatkan semakin kuatnya posisi Bali, khususnya Ubud, bukan hanya sebagai destinasi wisata alam dan budaya, tetapi juga sebagai pusat inovasi gastronomi berkelas dunia.
Menpar Widiyanti mengungkapkan, capaian ini juga memperkuat arah pengembangan pariwisata Indonesia yang semakin menempatkan gastronomi sebagai salah satu daya tarik strategis dalam membangun pengalaman wisata yang lebih berkualitas, bernilai tambah tinggi, dan berkelanjutan.
Baca juga: Investor Lokal Guyur Bisnis Hotel dan Restoran Rp7,57 Triliun
Melalui semangat Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata terus mendorong penguatan ekosistem pariwisata gastronomi nasional, mulai dari promosi kuliner berbasis kekayaan lokal, pengembangan destinasi kuliner, hingga peningkatan eksposur pelaku industri kuliner Indonesia ke tingkat internasional.
“Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak pelaku industri kuliner Tanah Air untuk terus mengangkat identitas lokal Indonesia,” kata Menpar Widiyanti.
(*)





