Segmen Industri Otot Pendapatan Puradelta Lestari

Segmen industri masih menjadi otot pendapatan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pemilik kawasan industri terpadu modern Kota Deltamas/foto: deltamas.id

Pada tingkat laba usaha, Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp624 miliar. Marjin laba usaha tercatat sebesar 48 persen.

Laba bersih DMAS melemah sekitar 40 persen menjadi Rp800,31 miliar pada 2025 dari semula Rp1,33 triliun tahun 2024.

Bacaan Lainnya

Per akhir 2025, jumlah aset DMAS terlihat menurun bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni dari Rp8,25 triliun menjadi Rp7,12 triliun.

Begitu juga dengan liabilitas. Pada 2024, liabilitas DMAS sebesar Rp1,04 triliun, namun setahun kemudian turu menjadi sekitar Rp508,53 miliar.

Baca juga: Ini Tiga Penyerap Lahan Industri Puradelta Lestari Terkini

Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, jumlah ekuitas DMAS turun, dari semula Rp7,21 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp6,61 triliun tahun 2025.

Perseroan mengaku tidak memiliki utang. Dengan posisi fundamental yang sehat, DMAS terus berupaya untuk melakukan pengembangan Deltamas untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern di timur Jakarta dengan memadukan kawasan industri, komersial, dan hunian.

Kota Deltamas yang berlokasi di Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat memiliki luas area pengembangan mencapai sekitar 3.200 hektare.

Proyek itu merupakan kawasan bernilai tinggi di timur Jakarta dengan lokasi yang strategis, cadangan lahan yang luas, akses tol langsung, serta fasilitas dan infrastruktur yang sangat memadai.

Baca juga: Penjualan Perumahan Puradelta Lestari Menurun

Per akhir Desember 2025, para pemegang saham DMAS terdiri atas PT Sumber Arusmulia sebesar 57,28 persen, Sojitz Corporation 25,00 persen, dan masyarakat 17,72 persen.

PT Sumber Arusmulia merupakan bagian dari Sinar Mas Land, pengembang terkemuka di Indonesia, sedangkan Sojitz Corporation merupakan perusahaan general trading dari Jepang dengan jaringan di lebih dari 50 negara di dunia.

(*)

Pos terkait