Jakarta, landbank.co.id– Segmen industri masih menjadi otot pendapatan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pemilik kawasan industri terpadu modern Kota Deltamas.
Pada 2025, mengutip laporan keuangan PT Puradelta Lestari Tbk, emiten berkode saham itu mengantongi pendapatan Rp1,14 triliun dari segmen industri.
“Sebesar 88 persen pendapatan usaha Perseroan berasal dari segmen industri. Selain itu turut berkontribusi pula dari segmen hunian, segmen komersial, serta segmen rental dan hotel,” urai Tondy Suwanto, direktur dan sekretaris perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu 7 Maret 2026.
Dia menambahkan, penjualan lahan industri DMAS pada 2025 diserap oleh berbagai sektor.
Baca juga: Permintaan Lahan untuk Data Center, Puradelta: Masih Tinggi
“Dalam tahun 2025 Perseroan telah menjual lahan industri kepada pelanggan dari sektor data center, sektor FMCG, sektor pangan dan turunannya, serta sektor lain lain,” jelas Tondy Suwanto.
Mengutip laporan keuangan DMAS, penjualan yang melebihi 10 persen dari total pendapatan Perseroan datang dari PT Nayue Biotech Indonesia, yakni sekitar Rp256,76 miliar atau setara sekitar 20,10 persen.
Lalu, PT STT GDC Indonesia Rp210,79 miliar (16,50 persen), PT Mega Wisesa Cemerlang Rp210,00 miliar (16,44 persen), dan PT Templemore Real Estate and Data Center Rp173,53 miliar (13,50 persen).
Pada 2025, total pendapatan perusahaan yang didirikan pada 1993 ini sekitar Rp1,31 triliun. Selain dari segmen industri, kontributor berikutnya antara lain datang dari sektor perumahan Rp79,09 miliar, komersial Rp33,02 miliar, dan hotel Rp15,20 miliar.
Baca juga: Laba Bersih DMAS Tumbuh 10,2 Persen, Raih Rp1,33 Triliun
Laba Bersih DMAS
Sementara itu, total pendapatan DMAS pada 2025 tercatat turun sekitar 35 persen bila disandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni dari Rp2,03 triliun menjadi Rp1,31 triliun.





