Peluncuran balon raksasa Pelangi di Mars juga menjadi momentum perkenalan Intellectual Property (IP) atau universe film karya anak bangsa yang menghadirkan perpaduan live action dan animasi. Sutradara film ini juga menyoroti dimensi emosional proyek film yang melibatkan sekitar 300 talenta kreatif di Indonesia.
“Film ini terasa seperti karya yang dilukis bersama. Energi kolaborasi yang besar membuat Pelangi di Mars bukan sekadar film, tetapi gerakan untuk menghadirkan dongeng dan imajinasi bagi anak-anak Indonesia,” tutur Upie Guava.
Film Pelangi di Mars akan menjadi bagian dari perjalanan sinema Indonesia yang siap mengajak semua keluarga bertualang mulai tanggal 18 Maret 2026. Produksi Mahakarya Pictures ini siap mengguncang layar lebar untuk momen perayaan lebaran yang mengangkat nilai imajinasi, inspirasi kecanggihan teknologi, dan literasi cerita anak Indonesia.
Baca juga: Mengintip Cerita Film Gowok Kamasutra Jawa
Sebelum meresmikan Giant Balloon Pelangi di Mars, Wamen Ekraf Irene juga mengunjungi Pasar Imlek Gang Depan SCBD dengan ragam 25 booth kuliner dan nuansa budaya Tionghoa yang semarak. Kehadiran Pasar Imlek ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional dengan perpaduan harmoni untuk menyatukan kontribusi tiap subsektor ekraf di Indonesia.
Wamen Ekraf Irene Umar didampingi Direktur Film, Animasi, dan Video Doni Setiawan. Tampak hadir juga dalam kegiatan hari ini seperti pemilik Artha Graha Group Tomy Winata, Wakil Direktur Utama Bank Artha Graha Internasional Christina Harapan, President Director Kawasan SCBD Arpin Wiradisastra, Komisaris Artha Graha Network Josephine Sukmadewi, Keinaya Messi Gusti sebagai pemeran Pelangi, Bimoky sebagai pengisi suara Batik, dan Kristo Immanuel sebagai pengisi suara Yoman.
Baca juga: Libur Lebaran Bawa Berkah Film Nasional, Raih Jutaan Penonton
(*)





