Seluruh pengembangan dirancang bertahap dengan prinsip keberlanjutan dan sensitivitas lingkungan.
“Bagi kami, 2026 bukan tentang ekspansi agresif, melainkan pendalaman kualitas, baik dari sisi pengalaman tamu, keberlanjutan operasional, maupun dampak positif bagi komunitas,” tutur Komang Kariyana.
Dengan fondasi okupansi akhir 2025 yang solid, tren Nataru Bali yang menguat, prospek industri 2026 yang positif, serta rencana pengembangan yang terukur, Sanggraloka Ubud memasuki 2026 sebagai retret mewah yang siap memperkuat posisinya dalam ekosistem pariwisata berkelanjutan Bali.
Wisman Korea Selatan
Sementara itu, di tengah pergeseran pasar pariwisata Bali menuju segmen wellness dan retret premium, Sanggraloka Ubud mencatat dominasi wisatawan Korea Selatan sebagai pasar utama tamu asing sepanjang akhir 2025, menandai perubahan pola permintaan yang signifikan di pulau dewata.
Di tingkat properti, Sanggraloka Ubud mencatat meningkatnya kontribusi tamu asal Korea Selatan dengan proporsi berkisar 28–32 persen dari total tamu asing akhir 2025.
Baca juga: Melirik Bali Sang Destinasi Wisata Wellness Kelas Dunia
Pola ini menegaskan meningkatnya minat pasar Asia terhadap destinasi wellness dan retreat berbasis alam dan budaya, selaras dengan pengalaman yang dikurasi Sanggraloka Ubud.
Minat wisatawan Korea Selatan terhadap Sanggraloka Ubud selaras dengan karakteristik pasar Korea yang sangat menghargai privasi, estetika alam yang tenang, pengalaman healing, serta perjalanan bernilai emosional, di mana vila privat, lanskap hijau Ubud, ritual wellness Bali, dan suasana retret yang eksklusif menjadi faktor utama dalam keputusan berlibur mereka.
Sanggraloka Ubud adalah Luxury Organic Farm & Retreat Resort di Bresela, Ubud, Bali, tempat tamu bisa menemukan kombinasi sempurna antara kenyamanan modern dan keindahan alami Bali.
Resor ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas kelas dunia, antara lain tiga kolam renang outdoor dengan panorama hutan tropis, restoran dengan hidangan segar farm-to-table, hingga wellness center yang menawarkan pijat dan perawatan khas Bali.
Selain itu, terdapat kids playground, wedding chapel berkapasitas 150 orang, cooking class, serta amphitheater untuk pertunjukan budaya.
Baca juga: Sanggraloka Ubud Bidik Okupansi 70 Persen
Para tamu juga bisa langsung turun ke Sungai Oos untuk melukat, ikut sesi sound bath, atau sekadar bermain air.
(*)





