“Kita hari ini membicarakan persiapan untuk pembangunan rusun bagi prajurit TNI AD, khususnya Kopassus di Solo, untuk tahun ini. Ini sesuai dengan aspirasi dari beliau dan juga sudah saya diskusikan dengan Panglima TNI,” ujar Menteri Ara.
Lebih lanjut, Menteri Ara menjelaskan bahwa program Tapera dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) akan diarahkan untuk turut mendukung pembiayaan dan semangat gotong royong dalam penyediaan hunian layak bagi para prajurit.
Sementara itu, Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letjen TNI Djon Afriandi menjelaskan bahwa saat ini terdapat kekurangan sekitar 67 unit rumah bagi prajurit di wilayah Solo.
Untuk itu, pembangunan akan difokuskan pada satu menara (tower) rumah susun delapan lantai agar kebutuhan tersebut dapat segera terpenuhi.
“Di Solo masih ada kekurangan sekitar 67 rumah. Karena itu kami didukung untuk membangun satu tower delapan lantai agar kebutuhan prajurit bisa terpenuhi,” kata Letjen TNI Djon Afriandi.
Baca juga: Rusun Bersubsidi Jadi Solusi Hunian Perkotaan
Proyek pembangunan rusun tersebut akan menggunakan pendanaan APBN. Saat ini, alokasi awal yang disiapkan sebesar Rp13 miliar untuk pembangunan tiga lantai pertama, dan akan dilanjutkan dengan mekanisme multi years contract (MYC) setelah dilakukan perhitungan kebutuhan secara menyeluruh.
Mengutip data Kementerian PKP, pada 2026, pihaknya menganggarkan sebesar Rp382,55 miliar untuk pembangunan 743 unit atau setara 22 tower rusun lanjutan, pembangunan rusun MYC (IKN, DOB), dan pembangunan rusun single years contract (SYC) Baru Prioritas.
(*)





