Mengutip laporan Xinhua, CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Maret 2026 meningkat menjadi 94 persen, naik dari sekitar 80 persen sebelumnya.
Ekspektasi tersebut memperkuat posisi dolar AS di pasar global dan memberi tekanan tambahan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Dari sisi domestik, pelaku pasar juga menantikan hasil rapat kebijakan moneter Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (19/2/2026).
Lukman memperkirakan bank sentral Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan guna menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan eksternal.
“BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga karena rupiah yang masih tertekan akhir-akhir ini,” ungkapnya.
(*)





