KPR FLPP BTN Syariah Melejit 54 Persen
Dari 184 kabupaten dan kota yang menyerap penyaluran KPR FLPP BTN Syariah, lima posisi teratas ditempati oleh pertama, Kota Kendari sebanyak 1.137 unit dengan nilai Rp140,85 miliar.
Lalu, disalurkan ke Kabupaten Cirebon, Jawa Barat sebanyak 1.038 unit senilai Rp124,62 miliar. Kemudian, Kabupaten Lombok Barat 805 unit senilai Rp106,73 miliar.
Kemudian, Kabupaten Kampar sebesar 774 unit senilai Rp90,79 miliar dan Kabupaten Kendal sebanyak 711 unit senilai Rp85,89 miliar.
Pemisahan BTN Syariah
Sementara itu, aksi korporasi BTN membeli PT Bank Victoria Syariah (BVIS) mengundang pertanyaan manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mengutip surat BTN tertanggal 12 Juni 2025, terdapat lima pertanyaan yang diutarakan BEI.
“Menunjuk surat elektronik dari Bursa Efek Indonesia Nomor S-05539/BEI.PP3/06-2025 tanggal 10 Juni 2025 perihal Permintaan Penjelasan Bursa, dengan ini kami sampaikan penjelasan bahwa nilai transaksi pengambilalihan PT Bank Victoria Syariah (BVIS) adalah sebesar Rp1,6 triliun,” jelas Ramon Armando, corporate secretary PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Baca juga: Begini Porsi KPR FLPP Syariah Kuartal I/2025
Ramon Armando juga menjelaskan bahwa penentuan nilai transaksi didasarkan pada nilai valuasi yang disusun oleh pihak independen yaitu KJPP Suwendho Rinaldy & Rekan.
“Dalam pelaksanaan transaksi tersebut Perseroan telah menunjuk konsorsium konsultan independen untuk menyusun kajian dan strategi atas transaksi termasuk untuk melakukan valuasi guna memastikan bahwa transaksi dilakukan secara wajar dan memenuhi prinsip arms length. Perseroan memastikan tidak terdapat konflik kepentingan, penentuan harga telah berdasarkan valuasi KJPP, dan tidak terdapat pengaruh maupun tekanan dari pihak manapun,” jelas dia.
Menurut Ramon, setelah pelaksanaan pengambilalihan BVIS tersebut, Perseroan akan melakukan langkah-langkah persiapan untuk pemisahan unit usaha syariah (UUS) dengan cara mengintegrasikan UUS Perseroan dengan BVIS.
Pemisahan tersebut diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan bisnis syariah Perseroan serta menjadikan bank syariah yang dimiliki BTN dapat terus berinovasi secara mandiri untuk lebih meningkatkan kualitas produk dan layanan serta meningkatkan kepuasan nasabah.
Baca juga: Fakta-fakta di Balik BTN Beli Bank Syariah
BTN juga telah memulai proses integrasi menyeluruh, mulai dari tata kelola, teknologi informasi, SDM, hingga model bisnis.