Belajar dari Rusun Pasar Rumput
Menteri PKP juga menargetkan para penghuni Rusun Pasar Rumput bisa dari masyarakat sekitar yang bekerja dan berusaha di kawasan itu, para ASN, TNI Polri, Guru, Buruh dan Milenial yang bekerja di kota.
“Untuk penghunian juga nantinya diupayakan untuk masyarakat sekitar yang tempat bekerja atau berusahanya tidak jauh dari Rusun Pasar Rumput, ASN yang berpenghasilan rendah yang juga tempat kerjanya tidak jauh dari sini, anggota TNI yang menjadi anggota Kodam Jaya, Guru, Buruh dan Milenial yang bekerja sekitar kawasan Thamrin, Sudirman dan Setiabudi,” katanya.
Hal itu, kata Menteri PKP, adalah segmentasi – segmentasi yang cocok sehingga mampu mengurangi kemacetan lalu lintas karenamereka ke tempat kerjanya dekat dari sini.
“Tujuan lainnya adalah untuk membangun ekosistem yang bagus dan saya juga minta ini bisa heterogen dan mewujudkan ekosistem Indonesia Mini ada disini dengan berbagai macam background dan kerjasama yang produktif,” kata Menteri PKP.
Siaran pers Kementerian PKP menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun dan leaflet dari Perumda Pasar Jaya di lapangan, unit hunian yang ada di Rusun Pasar Rumput terdiri dari dua tipe yakni tipe hook dan tipe standar.
Sejumlah fasilitas juga tersedia yakni Pasar Tradisional, Klinik Kesehatan, Balai Warga, Taman Warga, PAUD, ATM Center, Mini Market dan Kantor Kas Bank serta tempat ibadah.

Rusun Pasar Rumput yang memiliki tiga menara (tower) dengan masing-masing berketinggian 25 lantai termasuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diperuntukkan bagi MBR di DKI Jakarta.
Di setiap tower, hunian terletak di lantai 4 sampai dengan lantai 25.
“Saya berharap dengan beroperasinya Rusun Pasar Rumput ini bisa membantu saudara-saudara kita untuk memiliki hunian layak dan aman dengan lokasi strategis untuk melakukan kegiatan ekonomi,” kata Presiden Joko Widodo saat meresmikan Rusun tersebut di Jakarta, 20 September 2021.
(*)