Lima kabupaten dan kota yang menyerap KPR FLPP syariah besutan BSN mencakup Kota Kendari, Sulawesi Tenggara sebanyak 2.828 unit.
Lalu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat sebanyak 2.006 unit, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (1.977 unit), Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (1.824 unit, dan Kabupaten Kampar, Riau (1.730 unit).
Tahun 2025, BSN menyalurkan 59.463 rumah subsidi senilai Rp7,30 triliun. Rumah subsidi itu tersebar di 4.352 perumahan.
Bank yang merupakan anak usaha PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) itu menggandeng 2.776 developer dari 20 asosiasi pengembang properti.
Hingga akhir 2025, BSN memiliki 118 outlet layanan perbankan, yang terdiri atas 36 Kantor Cabang dan 82 Kantor Cabang Pembantu, serta didukung oleh 589 Kantor Layanan Syariah.
Baca juga: Bank Syariah Nasional, Babak Baru Penguasa KPR FLPP Syariah
“Seluruh jaringan ini kami siapkan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan dan layanan perbankan untuk para nasabah dan developer sebagai mitra kami,” kata Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor dilansir laman BSN.
Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), pada 2025, merangsek ke 162 kabupaten dan kota di 28 provinsi Indonesia.
Tahun 2025, BSI menyalurkan KPR FLPP sebanyak 4.318 unit atau setara sekitar Rp529,48 miliar yang tersebar di 955 perumahan.
Lima wilayah yang menyerap paling banyak penyaluran KPR FLPP BSI adalah Kota Kendari sebanyak 486 unit dan Kota Palembang, Sumatera Selatan sebanyak 353 unit.
Lalu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah sebanyak 273 unit, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (267 unit) dan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (229 unit).
Baca juga: Ini Daftar Lengkap Bank Penyalur KPR FLPP Tahun 2026
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, pernah mengatakan bahwa pihaknya siap ambil bagian dari program strategis Pemerintah yang berupaya menyejahterakan masyarakat Indonesia melalui penyaluran pembiayaan KPR FLPP.
“Setiap tahunnya, kami berupaya secara optimal untuk menyalurkan kuota yang diberikan kepada BSI karena rumah merupakan kebutuhan dasar untuk hidup yang berkelanjutan,” kata dia dilansir laman BSI.
(*)





