Site icon Landbank.co.id

Rumah Modular Tahan Gempa Krakatau Steel, Butuh 14 Hari

Dalam tiga tahun terakhir Krakatau Steel telah membangun serta menyumbangkan 108 unit rumah layak huni bagi masyarakat Cilegon, Banten/foto: kbk

Jakarta, landbank.co.id – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) atau KS Group menciptakan rumah modular tahan gempa bagi masyarakat.

Pembuatan rumah modular itu dilakukan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melalui anak usaha, yakni PT Krakatau Baja Konstruksi (KBK).

Emiten produsen baja yang mengusung kode saham KRAS di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu menyatakan bahwa rumah modular dapat membantu masyarakat mendapat tempat tinggal layak huni.

Terkait hal itu produsen baja terkemuka di Indonesia tersebut mendukung program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 0623 Cilegon dengan membangun rumah modular tahan gempa di Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Banten.

Proyek ini merupakan wujud komitmen KS Group dalam mendukung program pemerintah Indonesia dengan memberikan bantuan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu.

Selain itu, jelas manajemen KS Group, sekaligus menunjukkan inovasi perusahaan dalam menyediakan solusi hunian yang aman dan efisien.

Baca juga: Pakai Mobox, Hunian Pekerja Konstruksi IKN Jadi Tahan Gempa

Program bantuan penyerahan rumah layak huni diharapkan dapat memberikan sejumlah dampak positif dalam lingkup sosial bagi penerima bantuan, di antaranya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan perlindungan masyarakat dari risiko gempa di masa depan.

Bagi Krakatau Steel, tentunya program ini menjadi simbol penguatan sinergitas antara Krakatau Steel Group dan Kodim 0623 Cilegon.

Pada acara penutupan TMMD 125 yang juga dihadiri oleh Gubernur, Walikota, Kapolda, Pangdam serta pejabat daerah dan militer lainnya pada minggu lalu di Cilegon, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Maruli Simanjuntak mengapresiasi segala bentuk kolaborasi strategis untuk kesejahteraan masyarakat.

“Khususnya pembangunan infrastruktur dasar, termasuk rumah layak huni merupakan hal penting, dan TNI (Tentara Nasional Indonesia) mengapresiasi dukungan semua pihak dalam program TMMD,” ujar KASAD Jenderal Maruli Simanjutak dalam siaran pers KS Group, Kamis, 28 Agustus 2025.

Baca juga: BUMN Karya Diundang Buat Teknologi Rumah Sederhana

Rumah tahan gempa yang dibangun menggunakan teknologi baja modular dikembangkan oleh PT Krakatau Baja Konstruksi (KBK) yang merupakan anak perusaan Krakatau Steel.

Baja dikenal sebagai material yang kuat, tahan lama, dan memiliki fleksibilitas yang tinggi, menjadikannya pilihan ideal untuk konstruksi di daerah rawan gempa dan akses terbatas.

Adapun keunggulan utama dari rumah modular di antaranya ketahanan terhadap gempa, di mana rangka baja modular mampu menyerap dan mendistribusikan energi gempa dengan lebih baik, sehingga struktur bangunan tetap kokoh.

Kedua, waktu pengerjaan pembangunan yang cepat dan efisien, di mana sistem modular memungkinkan komponen rumah diproduksi di pabrik dan dirakit di lokasi dengan cepat.

Sebagai contoh, pembangunan 1 unit rumah hanya membutuhkan waktu 14 hari, artinya waktu pengerjaan yang singkat tentunya berkontribusi pada efisiensi waktu dan penghematan biaya.

Dan, keunggulan yang terakhir tentunya ramah Lingkungan, dikarenakan material baja dapat didaur ulang, menjadikannya pilihan material yang lebih berkelanjutan.

Menurut Direktur Sumber Daya Manusia KS Group, Agus Nizar Vidiansyah,  pihaknya terus berkomitment untuk mendukung program pemerintah, khususnya inovasi dalam bidang industri baja.

“Untuk rumah modular tahan gempa, dalam tiga tahun terakhir PT KS telah membangun serta menyumbangkan 108 unit rumah layak huni bagi masyarakat Cilegon,” ujar Agus dalam acara serah terima kunci rumah layak huni pada penutupan program TMMD.

Baca juga: Krakatau Sarana Properti Perluas Gudang Australia

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama KS Group, Akbar Djohan menyatakan bahwa pembangunan rumah modular memberikan hunian yang aman.

Selain itu, kata dia, juga menjadi inovasi industri yang berkontribusi langsung pada program pembangunan nasional dan peningkatan kehidupan masyarakat secara luas.

 

(*)

Exit mobile version