Jakarta, landbank.co.id– Sepanjang tahun 2025, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) membeli 278.868 rumah dengan memanfaatkan kredit pemilikan rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).
Data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memerlihatkan bahwa 278.868 rumah FLPP itu tersebar di 401 kabupaten dan kota yang ada di Indonesia.
Mengutip data itu terlihat bahwa rumah FLPP yang paling banyak digemari aliass favorit MBR adalah yang memiliki luas bangunan 31 meter persegi (m2) hingga 36 m2.
Untuk kelompok luas bangunan ini jumlahnya mencapai 172.510 unit atau setara dengan sekitar 61,86 persen dari total rumah FLPP tahun 2025.
Baca juga: Daftar Harga Rumah Subsidi dan Batasan Penghasilan MBR
Luas bangunan kedua terbesar adalah kelompok 26 m2 hingga 31 m2, yaitu sebanyak 100.973 unit atau sekitar 36,21 persen.
Terakhir, penerima FLPP tahun 2025 memilih luas bangunan 21 m2 hingga 26 meter persegi, yakni sebanyak 5.385 unit atau setara dengan 1,93 persen.
Dari sisi luas tanah, mayoritas penerima subsidi rumah memilih ukuran 60 m2 hingga 90 m2. Di kelompok ini tercatat sebanyak 189.556 orang atau setara dengan sekitar 67,97 persen.
Lalu, luasan terbesar kedua paling banyak dipilih MBR adalah rentang 90 m2 hingga 120 m2 sebanyak 67.638 debitur setara 24,25 persen.
Di rentang luas tanah 120 m2 hingga 150 m2 hanya sebanyak 15.867 orang atau sekitar 5,69 persen. Bahkan, ukuran luas 150 m2 hingga 200 m2 lebih kecil lagi, yaitu 5.804 orang atau sekitar 2,08 persen.
Dari sisi harga, rumah yang menjadi favorit MBR penerima KPR FLPP adalah segmen Rp150 juta hingga Rp175 juta, yakni sebanyak 204.293 unit.
Baca juga: Realisasi KPR FLPP Tahun 2025 Tembus 278 Ribu
Segmen harga tersebut setara dengan sekitar 73,26 persen dari total realisasi KPR FLPP tahun 2025 yang sebanyak 278.868 unit.
Segmen harga terbesar kedua adalah di kelompok harga di atas Rp175 juta sebanyak 73.885 unit atau setara 26,49 persen.





