Soal Apartemen Sewa Jakarta, Leads Property Bilang Begini
Leads Property mencatat ada 11.067 apartemen sewa di Jakarta dengan tingkat okupansi sebesar 64,8 persen pada kuartal ketiga 2026-landbank.id-
“Mereka akan lebih memilih untuk menyewa apartemen yang lebih baru, fasilitas lebih lengkap, dan di lokasi yang lebih strategis dikarenakan harga sewa apartemen sewa yg baru bisa jadi lebih kompetitif dan agresif untuk meningkatkan okupansi,” ujar dia.
Riset Leads Property juga menyebutkan bahwa ekspatriat senior yang membawa keluarga cenderung memilih apartemen yang lebih luas atau kompleks hunian (housing compounds).
Lalu, para profesional muda dan penyewa yang lebih mengutamakan efisiensi anggaran kini semakin melirik apartemen modern yang dilengkapi fasilitas lengkap serta akses mudah ke tempat kerja, khususnya di kawasan pusat bisnis (central business district/CBD).
Masih seksinya pasar apartemen, terang Hendra, terkait dengan Jakarta sebagai “pintu masuk” utama bagi perusahaan dan pekerja asing.
BACA JUGA:Pasar Apartemen Sewa Terus Meluas
Lalu, potensialnya apartemen sewa di Jakarta juga karena corporate efficiency akibat pelemahan ekonomi global sehingga membuat masa kontrak para pekerja asing cenderung makin pendek.
“Apartemen sewa adalah pilihan yang paling tepat dari segi flexibilitas masa sewa,” tegas Hendra.
Faktor lainnya yang membuat maraknya pasar apartemen sewa adalah hadirnya hotel berbintang yang mengkonversi beberapa lantai mereka untuk dijadikan apartemen sewa. Unit apartemen itu dikelola oleh five star operator.
Riset Leads Property menyebutkan bahwa persaingan apartemen sewa di Jakarta tetap terasa, terutama di segmen menengah, di mana pemilik unit menetapkan harga sewa yang kompetitif dibandingkan dengan properti strata-title di kawasan-kawasan utama.
BACA JUGA:Knight Frank Indonesia: Ekspatriat Tenant Utama Apartemen Sewa
Seiring dengan proyeksi peningkatan investasi asing, diperkirakan terjadi kenaikan jumlah ekspatriat yang datang ke Jakarta dalam satu tahun ke depan.
Terlepas dari berapa pun jumlahnya, pasar apartemen sewa di Jakarta memiliki pasokan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Ekspatriat lajang dan keluarga kecil kemungkinan besar akan terus mencari apartemen di gedung bertingkat tinggi, sementara keluarga yang lebih besar cenderung lebih memilih rumah tapak.
Selain itu, melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS akan membuat pasar lokal menjadi lebih hemat biaya bagi para pekerja asing tersebut, sehingga memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada perusahaan sponsor dalam mengelola anggaran perumahan dan pilihan unit hunian.
Menurut Hendra, untuk membantu mendongkrak tingkat hunian, operator perlu mendiversifikasi target pasar. Selain menyediakan skema long-stay (bulanan hingga tahunan), operator juga perlu menargetkan skema short-stay (kurang dari satu bulan) bahkan daily basis.